KARAKTER BANGSA DALAM BINGKAI PANTUN

KARAKTER BANGSA DALAM BINGKAI PANTUN

Kata Pengantar


Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ini meskipun memerlukan waktu yang cukup lama. Pantun merupakan salah satu bentuk kesusastraan Indonesia. Oleh sebab itu,pantun merupakan warisan budaya bangsa yang patut untuk dilestarikan. Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang semakin pesat, pantun semakin jarang digunakan.Untuk itu, kehadiran buku ini diharapkan dapat menjadikan pantun semakin dekat di hati pembaca. Dahulu pantun hanya sering digunakan untuk berbalas pantun misalnya pantun muda mudi, pantun nasihat, pantun agama dan lain-lain. Dalam tulisan ini pantun dikemas dengan judul Karakter Bangsa dalam Bingkai Pantun. Semoga ada manfaatnya.

Indah nian Cenderawasih
Burung malam burung hantu
Penulis haturkan terima kasih
Kepada pihak yang membantu

Burung nuri burung tekukur
Hinggap di atas dahan seruni
Penulis sangatlah bersyukur
Atas selesainya buku ini

Ambil kunir seruas jari
Parut kelapa buang ampasnya
Penulis sangatlah menyadari
Karya ini banyak kekurangannya

                                                                                                Makassar, 7 Juni 2012



                                                                                                             Penulis




Daftar Isi


Halaman Judul         : …………………………………............................... i
Kata Pengantar : …………………………………............................... iii
Daftar Isi    ...................................................................................
Sastra Melayu Lama ..................................................................................... 1
I. Pantun Agama : …………………………………............................... 4
II. Pantun Jenaka    : …………………………………............................... 28
III. Pantun Remaja : …………………………………............................... 37
IV. Pantun Nasihat : …………………………………............................... 59
Daftar Pustaka                : ...................................................................................
Tentang Penulis      : …………………………………............................... 81



Sastra Melayu Lama
Karya sastra lama merupakan karya sastra yang berkembang dan digunakan pada masa masyarakat Melayu jaman dahulu. Karya sastra Melayu lama ini memiliki beberapa ciri- ciri yaitu:
1. Nama penciptanya tidak diketahui
2. Mempunyai logika tersendiri yang kadang tidak sesuai dengan logika yang terjadi dalam masyarakat pada umumnya.
3. Berkembang secara statis pada saat itu
4. Hanya disampaikan dari mulut ke mulut atau bersifat lisan.
5. Biasanya mengandung ajaran yang bersifat pendidikan atau petuah-petuah.
6. Menurut bentuknya, puisi lama sangat terikat oleh aturan-aturan seperti rima, irama, bait, maupun jumlah baris yang digunakan.

Jenis - jenis sastra Melayu lama meliputi:
1. Prosa
Karya sastra lama yang termasuk ke dalam prosa antara lain
a. Cerita Binatang
Cerita binatang atau fabel adalah cerita yang tokohnya adalah binatang.
b. Cerita asal usul (legenda)
Secara garis besar, cerita asal usul terbagi atas, cerita asal usul tumbuhan seperti Dewi Sri yang berubah menjadi padi. Cerita asal usul dunia binatang, dan cerita asal usul tempat seperti Tangkuban Perahu.
c. Cerita Pelipur Lara
Cerita ini berfungsi untuk menghibur hati seseorang yang sedang galau. Seperti cerita hikayat Malin Dena, hikayat Raja Donan dan lain- lain.
d. Cerita Jenaka
Yang termasuk ke dalam cerita jenaka seperti, Lebai Malang yang berkisah tentang seseorang yang karena keserakahannya, tetapi justru selalu tidak mendapatkan apa-apa atas segala yang diusahakannya. Pak Belalang berkisah tentang orang yang selau mujur tetapi tidak disengaja dan sebagainya.
e. Cerita sejarah atau Hikayat
Cerita berkisah tentang kehidupan raja- raja atau Dewa- dewa. Contoh cerita sejarah yaitu Hikayat Banjar, dan Hikayat Raja Pasai.

2. Puisi
Adapun yang termasuk ke dalam jenis puisi lama yaitu
a. Syair
Syair merupakan sastra Melayu lama. Syair berasal dari Persia dan masuk ke nusantara bersama dengan masuknya Islam. kata syair berasal dari bahasa Arab Syu,ur kemudian berkembang menjadi kata syi,ru  yang berarti puisi dalam pengertian umum. Akan tetapi dalam perkembangannya, syair kemudian mengalami  perubahan dan modifikasi menjadi sastra khas  Melayu. Penyair yang berperan dalam perkembangan syair yaitu Hamah Pansuri dengan karyanya antara lain, syair perahu, syairsyair burung pingai, syair daganf dan syair Sidang Fakir. Syair  biasanya terdiri dari empat baris setiap bait, setiap baris terdiri dari 8 sampai 10 suku kata. Selain itu, syair tidak mempunyai sampiran. Semua baris merupakan isi dan bersajak a-a-a-a.
Selain itu, menurut isinya, syair terbagi atas syair Panji, syair Romantis, syair Kiasan, syai sejarah, dan syair agama.
b. Pantun
Pantun merupakan bentuk puisi Indonesia (Melayu) dan dikenal luas di Nusantara. Pantun berasala dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti “petuntun”. Dalam bahasa Jawa dikenal sebagai parikan, dalam bahasa Sunda dikenal sebagai paparikan, dan dalam bahasa Batak dikenal sebagai umpasa (baca: uppasa).
Berdasarkan bentuk atau jumlah baris setiap bait, pantun dibedakan menjadi:
- Pantun biasa
- Pantun kilat atau karmina
- Pantun berkait dan
- Talibun
Pantun biasa adalah pantun yang terdiri atas empat baris tiap bait. Pantun kilat atau karmina adalah pantun yang hanya tersusun atas dua baris. Pantun berkait merupakan pantun yang tersusun  secara berangkai

Berbeda dengan syair, pantun mempunyai ciri- ciri seperti berikut,
- Terdiri atas empat baris
- Tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata
- Baris satu dan dua merupakan sampiran
- Baris tiga dan empat merupakan isi dan
- Bersajak ab-ab
Di dalam buku ini, penulis akan memaparkan contoh pantun yang termasuk ke dalam pantun agama, pantun jenaka, pantun remaja, dan pantun nasihat. Berikut contoh- contoh dari pantun tersebut.



 
I. Pantun Agama
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, agama adalah ajaran, atau system yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan antara manusia dan manusia serta manusia dengan lingkungannya. Keberadaan pantun agama pada saman dahulu sangat sering digunakan dan dijadikan sebagai pelajaran hidup. Berikut beberapa contoh yang termasuk ke dalam pantun agama.

1. Makan sebiji buah kepayang
Lalu simpan dalam bejana
Sesal  diri tidak sembahyang
Sesal nanti tiada guna

2. Rakit kayu di dalam parit
Jangan lepas jauh ke tengah
Punya harta dibikin pelit
Tiada guna tiada berkah

3. Jalan-jalan ke candi Kalasan
Jangan lupa bawa kamera
Untuk ibadah tak ada alasan
Sebab hidup sementara

4. Apa guna nyiur di pantai
Kalau tidak ada buahnya
Apa guna ilmu diuntai
Kalau tak ada manfaatnya

5. Jangan tepuk air di dulang
Kalau tak ingin basahi wajah
Jangan sebut kata pulang
Kalau belum banyak ibadah
6. Jauh melaut kapal nelayan
Mencari ikan dapatnya  hiu
Sebab terdengar suara azan
Segera pergi untuk berwudu

7. Kayu jati baik diukir
Pucuk jambu obat mujarab
Ucap janji janganlah mungkir
Kalau tak ingin terkena azab

8. Kalau hendak puaskan rasa
Makan soto pakai ketupat
Perbanyak amal di bulan puasa
Dapat amal berlipat-lipat

9. Telur puyuh jatuh tercebur
Lalu simpan dalam bejana
Tiap insan akan dikubur
Sebab hidup hanyalah fana

10. Raja sakti memakai jimat
Jimat ditusuk pakai peniti
Siapa rajin shalat jumat
Pintu surga sudah menanti
11. Tuan raja tuan Ibrahim
Hendak mandi pergi ke sumur
Jagalah selalu silaturrahim
Kelak akan bertambah umur

12. Ikan teri ikan asin
Jual satu dalam kantongan
Sebab rajin membaca Yasin
Tambah amal tambah beriman

13. Petik mangga di pinggir lembah
Bawa pulang dibungkus kain
Hanya Allah yang patut disembah
Tentu tidak untuk yang lain

14. Batu permata batu zamrud
Petik timun dibuat acar
Tengah malam rajin tahajjud
Ridha Ilahi akan terpancar

15. Sungguh tinggi pohon mahoni
Banyak tumbuh di pegunungan
Anak yatim mari santuni
Perintah Allah dalam Alquran

16. Kuda lari menarik kereta
Hendak ke kota membawa gabah
Banyak rezki kaya harta
Banyak harta rajin sedekah

17. Ikan tuna ikan tenggiri
Anak nelayan naik perahu
Untuk apa bersombong diri
Hidup mati tak ada yang tahu

18. Anjing hutan suka melolong
Serigala mengejar mangsa
Siapa anak  rajin menolong
Akan mudah jalan rezkinya

19. Tabur benih di pekarangan
Tumbuh kacang jadi kecambah
Sebab rajin membaca quran
Hati tentram iman bertambah

20. Pagi hari meminum jamu
Temu lawak dicampur gula
Jangan pernah sakiti ibumu
Ridha Allah ridha ibu jua

21. Putri raja di dalam kastil
Nyanyikan tembang  musik harpa
Isi waktu dengan tahlil
Agar hidup tiada hampa

22. Masuk hutan petik sukun
Enak dimakan waktu terik
Jangan pernah percaya dukun
Agar hidup tidak musrik.

23. Batu karang di tengah selat
Negeri cina negeri kaisar
Siapa rajin kerjakan shalat
Kelak hidup tak akan kesasar

24. Cari pengikat pakailah rotan
Daun pandan daun suji
Kalau sudah jadi suratan
Ke tanah suci tunaikan haji

25. Sungguh enak buah durian
Makan nangka buang kulitnya
Jadikan Nabi suri tauladan
Jalankan hadis dan ajarannya

26. Tanam padi tumbuhnya lebat
Beras hitam beras ketan
Jauhkan diri dari maksiat
Sebab itu ajakan setan

27. Luka gores ambillah perban
Tutup luka jangan dibiar
Tanggung jawab  sudah diemban
Mari jalankan dengan sabar

28. Naik onta ke tengah padang
Buah manis buah kurma
Khotbah di mesjid berkumandang
Jamaah mendengar dengan saksama

29. Hewan berduri namanya landak
Mencari makan di tengah belukar
Sifat iri sifat congkak
Dalam hati selalu gusar

30. erdu betul suara jengkrik
Nyanyi riang di pinggir sumur
Sebab hidup menjadi sirik
Akan mendapat siksa kubur

31. Bunga kaktus di padang pasir
Tumbuh liar penuh duri
Mari jauhi mari diusir
Rasa dengki dan sifat  iri

32. Haji Mansur ke tanah suci
Ke tanah suci melontar jumrah
Jangan piara rasa benci
Rasa benci pangkal amarah

33. Anak biri-biri anak domba
Warnanya putih tanduknya hitam
Mari kita berlomba-lomba
Tingkatkan iman siang dan malam

34. Sungguh tinggi pohon aren
Tebanga kayu pakai gergaji
Alangkah senang anak pesantren
Rajin shalat pandai mengaji

35. Buah menjalar namanya labu
Kalau ditarik batangnya putus
Jangan durhaka kepada ibu
kasih ibu sangatlah tulus

36. Daun pandan dimakan ulat
Ulat hitam ulat bulu
Kalau hendak jalankan shalat
Tentu kita bersuci dulu

37. Cari kayu carilah jati
pohon enau di tengah hutan
yakinkan diri di dalam hati
Hidup mati di tangan Tuhan

38. Sungguh enak buah srikaya
Hendak diperam dibungkus  kain
Jangan tunggu menjadi kaya
Untuk  berbagi ke orang lain

39. Buah menjalar buah mentimun
Sungguh enak buah rambutan
Jangan minum sembarang minum
Apalagi yang  memabukkan

40. Jalan-jalan ke kota Jakarta
Pergi ke kota naik taksi
Takut salah takut berdosa
Anggota badan menjadi saksi

41. Lompat tinggi lompat galah
Pergi  ke kota naik delman
Mari contoh sitti Khadijah
Wanita taat sangat beriman

42. Biji hitam biji selasih
Tangkap ikan pakai kail
Bulan puasa rajin  tarwih
Malam  tiba tunaikan lail

43. Anak Cina anak biara
Jalan sendiri kenakan cadar
Putus asa jangan piara
Percaya pada kadha dan kadar

44. Tanah basah tanah lembab
Burung malam tanpa suara
Mari percaya hal gaib
Hal gaib pastilah ada

45. Buah mendike buah semangka
Ada talas ada keladi
Banyak sudah insan celaka
Hidup melarat karena judi

46. Tahun baru bulan Muharram
Anak Arab memakai sorban
Jika terjebak berbuat haram
Kata tobat jadi keharusan

47. Kacang panjang kacang tanah
Masaknya pakai santan
Banyak sudah korban fitnah
Dari para pelaku suuzaan

48. Sungguh lambat jalannya siput
Hendak bertemu kakatua
Jika ajal telah menjemput
Hanya kafan yang terbawa

49. Air zam-zam di dalam puan
Untuk diminum  putri raja
Jika hidup berkecukupan
Jangna lupa kaum duafa

50. Negeri Cina negeri biksu
Obat diracik obat mujarab
Kurang iman budak nafsu
Dalam kubur mendapat azab

51. Bidadari dari kayangan
Anak pangeran pakai azimat
Banyak zikir  mohon ampunan
Modal utama hidup selamat

52. Anak raja hendak sunatan
Putri raja pakai kebaya
Miskin kaya sudah surtan
Kita sukuri apa adanya

53. Buat apa manggis di tanam
Kalau tidak ada buahnya
Buat apa berilmu dalam
Kalau tak ada manfaatnya

54. Buah ranum buah kasturi
Tumbuhnya di pulau Sumatra
Dapat reski mari sukuri
Akan datang reski lainnya

55. Kemana pergi anak menjangan
Kalau leher tak diikat
Kemana pergi setiap insan
Kalau bukan ke alam akhirat

56. Sungguh indah warna pelangi
Hiasi langit setelah hujan
Kemudahan akan menghampiri
Kesulitan akan terlupakan

57. Tanam  jagung di tengah  ladang
Tumbuhnya dekat  rerumputan
Apa guna umur yang panjang
Umur berkah dambaan insan

58. Batang kelapa tinggi menjulang
Kelapa muda dikerat-kerat
Sungguh banyak jenis perang
Perangi nafsu sungguh berat

59. Jangan dilepas anak balita
Telanjang kaki di atas kerikil
Cinta harta cinta dunia
Awal timbulnya sifat bakhil

60. Sungguh enak rasanya ubi
Daun salam dimakan ulat
Salam salawat kepada Nabi
Kita kirimkan setiap shalat

61. Bunga melati dimakan ulat
Sungguh elok bunga dahlia
Mari tutup segala aurat
Agar wanita menjadi mulia

62. Lombok merah rasanya pedis
Makan sebiji buah kurma
Mari pahami ayat dan hadis
Sebab itu perintah agama

63. Air jernih air telaga
Lambat jalannya kura-kura
Tutur kata perlu dijaga
Baik budi harus piara

64. Burung pipit hinggap di dahan
Masak sayur pakailah kuah
Sungguh mulia bulan Ramadhan
Penuh ampunan juga berkah

65. Pahit benar buah paria
Sungguh manis buah duku
Apa guna harta dunia
Kalau jasad terbujur kaku

66. Sunguh cantik bunga sekuntum
Buah nangka buah bergetah
Jangan pelit berbagi senyum
Sebab senyum adalah sedekah

67. Buah sirsak buah semangka
Minum jamu jangan disisa
Buat apa berburuk sangka
Buruk sangka pastilah dosa

68. Kursi kayu dari Jepara
Warna coklat penuh diukir
Jangan suka berhura-hura
Sebab bisa salah pikir

69. Tanam bunga disiram dulu
Sungguh indah bunga seroja
Azab Allah tak pandang bulu
Akan menimpa siapa saja

70. Pinang mudah dibelah dua
Burung rawa burung pelikan
Jalani hidup jangan mendua
Satu keyakinan dalam iman

71. Bunga indah bunga dahlia
Buah nangka buah bergetah
Bulan Ramadhan sungguh mulia
Banyak beramal banyak sedekah

72. Berburu rusa pakai panah
Dapatnya  di dalam gua
Umur panjang umur berkah
Kita mohonkan dalam doa

73. Anak macan  dalam kandang
Tangkap lele pakai pukat
Suara azan berkumandang
Saat  tunaikan ibadah shalat

74. Daun sirsak daun obat
Simpan kain di dalam peti
Doa  dan zikir dalam shalat
Menjadi obat penyakit hati

75. Tanam jagung di tengah huma
Anak musang terkena panah
Mari berbagi pada sesama
Agar hidup menjadi berkah

76. Carilah hewan  mamalia
Adanya di tengah sawah
Tangan di atas lebih mulia
Dari pada tangan di bawah

77. Pagar kawat pagar berduri
Ke seberang jangan melompat
Buat apa berilmu tinggi
Kalau tiada bermanfaat

78. Pohon pinang buahnya lima
Pinang tercampak ke laut Siam
Suka bergunjing pada sesama
Akan merusak silaturrahim

79. Pergi ke kota membeli jambu
Jambu dijual di tengah kota
Lihatlah kini wajah ibu
Selagi ada bersama kita

80. Kota tua kota keramat
Tempat kuburan banyak berjejal
Kalau tahu umur singkat
Takkan berlalu tanpa amal

81. Sungguh pahit rasa paria
Kalau masak pakailah santan
Untuk apa berbuat riya
Sebab amal tak diperhitungkan

82. Senduduk di kaki gunung
Batang melilit pohon jati
Buat apa berbuat sombong
Kalau  akan dimusuhi

83. Rambai setangkai masak merekah
Sungguh harum pohon cendana
Buat apa harta melimpah
Kalau akhirat akan merana

84. Anak raja berkalung jimat
Bawa  panah ke medan perang
Jangan lewatkan hari jumat
Untuk ke mesjid bersembahyang

85. Kalau ada air di talas
air akan segera tumpah
Kalau hati tiada ikhlas
Hidup akan jadi gelisah

86. Kalau jadi pergi ke hutan
Obor penyuluh cari dahulu
Kalau hendah menghadap Tuhan
Perbanyak amal lebih dahulu

87. Burung dara terbang melayang
Jauh tinggi di atas cemara
Untuk apa lalai sembahyang
Kelak hidup jadi sengsara

88. Tanam lengkuas di kaki gunung
Gunung tinggi gunung berapi
Tengah malam mari merenung
Resapi dosa di dalam hati

89. Pergi ke laut mencari pauhi
Buat masak santapan raja
Berbuat zalim mari jauhi
Agar hidup bersahaja

90. Masaklah sudah buah kedondong
Makannya campur bebal
Ke masjid berbondong-bondong
Menambah ilmu menambah amal

91. Bunga mawar bunga berduri
Jangan tanam di pinggir hutan
Jangan pernah mau mencuri
Kalau tak ingin masuk rutan

92. Anak gembala bermain layang
Telanjang kaki di atas kerbau
Tanamkan hidup berkasih sayang
Hingga nanti tetap bersatu

93. Anak sapi giginya ompong
Hendak merumput tanpa induk
Dalam hati terasa plong
Sebab terdengar suara beduk

94. Burung pipit di pucuk pauh
Tempat bersarang kakatua
Cegah amarah terlalu jauh
Jangan sampai menyesal jua

95. Kayu besi kayu bulian
Tempat hinggap burung malam
Mari jauhi barang curian
Agar hati menjadi tentram

96. Merdu nian musik kolintang
Mari tabuh di malam hari
Kalau mati membawa utang
Kelak akan mendapat sanksi

97. Anak tupai makannya puan
Puan dikerak hingga lobang
Banyak orang tiada kasihan
Pada insan hidupnya kurang

98. Embun pagi jatuh ke rumput
Jatuhnya saat fajar
Dalam hidup semoga luput
Dari sikap yang kurang ajar

99. Banyak  air dalam perigi
Tempat  mandi anak biawak
Jangan dulu beranjak pergi
Jika amal belum sesak

100. Tangkap belut pakai seser
Belut terbenam dalam lumpur
Rasa iman jangan bergeser
Hingga kelak masuk kubur

101. Anak pangeran hendak disunat
Pisaunya pisau belati
Jaga hati jangan sesat
Mari jaga sampai mati

102. Kebaya pakaian Melayu
Lakinya tentu celana
Jangan mudah tertipu rayu
Tipu rayu pangkal bencana

103. Terucap sumpah Gajahmada
Hendak satukan Maja Pahit
Mari beramal selagi muda
Kelak hidup tiada sulit

104. Pecah sudah perang Pandawa
Darah aliri Hastinapur
Jangan banyak mengumbar tawa
Sebab bisa jadi takabur

105. Naik sampan ke laut beku
Terdampar juga di tengah karang
Sebab hati jadi membatu
Amal baik jadi terhalang

106. Masak wortel campur kubis
Jangan lupa pakai kentang
Jika tahan rayuan iblis
Jangan sampai hati terkekang

107. Bajak sawah pakai traktor
Bunyi mesin meraung-raung
Untuk apa pikiran kotor
Bikin hidup jadi terpasung

108. Sinar bulan di atas laut
Sukat beras empat kali
Jaga hidup sebelum maut
Sebab hidup hanya sekali

109. Pohon perdu pohon gelinggang
Burung pipit burung gelatik
Zaman sekarang bikin bimbang
Pupus sudah budaya antik

110. Buat cincin dari tembaga
Lalu kenakan di ibu jari
Hati siapa takkan bangga
Tunaikan ibadah di tanah suci

111. Tergenang air di jambangan
Terendam akar pohon tuba
Masih tersimpan dalam kenangan
Saat Ramadhan telah tiba

112. Ulat  melilit batang serai
Serei banyaknya satu rumpun
Air mata jatuh berderai
Sebab usia kian menurun

113. Tinggi bukit gunung Rinjani
Tempat merumput anak rusa
Bekali  diri sejak dini
Banyak amal kurangi dosa

114. Tanam cempedak di tepi laut
Petik satu jatuhnya dua
Jikalau tidak ajal dan maut
Kelak kita akan bersua

115. Laju-laju perahu layar
Dayung ikat pakai kawat
Punya utang segera bayar
Sebelum masuk ke liang lahat

116. Terang bulan karena purnama
Anak celeng memanjat anggur
Sebab hidup tanpa agama
Kelak jalan akan kesasar

117. Burung beo burung jalak
Hinggap di huma makan jagung
Siapa suka anak yang galak
Bikin hati jadi bingung

118. Buah salak buah kelubi
Dimakan juga sama keluang
Menyesal diri bertubi-tubi
Masa sehat tiada sembahyang

119. Rontok sudah daun kelakanji
Ambil selembar lalu peras
Ilmu tinggi tak pandai ngaji
Bagai padi tanpa beras

120. Anak beruk membawa linggis
Hendak menggali ubi jalar
Siang malam insan menangis
Sesali diri berbuat ingkar

121. Mangga kandis tatanan rujak
Ikan asin dalam kuali
Tingkah laku jangan ngelunjak
Jangan sampai menyesal nanti

122. Burung beo mati beranak
Mati beranak di dalam sangkar
Bulan puasa tidurnya nyenyak
Tiada terlambat untuk sahur

123. Jeruk apa kaya rasa
Kalau bukan jeruk Bali
Banyak ibadah bulan puasa
Hari raya fitrah kembali

124. Anak elang dalam perangkap
Perangkap di atas nira
Ke Mekkah belumlah lengkap
Kalau tidak ke gua Hira

125. Kain batik tiada bunga
Kayu cendana titian beruk
Dunia ini hanyalah fana
Kita  kembali pada-Nya kelak

126. Ke Dubai beli permadani
Elok nian laksana awan
Negeri subur negeri madani
Jadi dambaan setiap insan

127. Parasit membelit di pangkal nangka
Nangka tumbuh di tepi serambi
Siapa suka berburuk sangka
Buruk sangka dibenci nabi

128. Pergi ke kota nonton akrobat
Mampir juga membeli kail
Siang malam hendaklah tobat
Ikut petunjuk hadis dan dalil

129. Anak tupai mencari makan
Makan kelapa dikerat-kerat
Hadis dan dalil jadi tuntunan
Akan selamat dunia akherat

130. Sebab apa beo pucat
Duduk termenung di dalam sangkar
Rajin ngaji dan juga shalat
Cegah perbuatan keji  mungkar

131. Kain sutra warnanya coklat
Baju sobek pakai peniti
Akhir hayat haruslah tobat
Surga terbuka siap menanti

132. Mengkudu tumbuh di dalam rimba
Kera hitam asik berayun
Meski dosa dalam dunia
Allah sungguh Maha Pengampun

133. Minum jamu di pagi hari
Minum jamu rasanya pekat
Siapa anak rajin mengaji
Bekal hidup dunia akherat

134. Sirih tumbuh di atas batu
Pangkal berbelit di atas rotan
Siapa santuni yatim piatu
Pintu surga didapatkan

135. Tanam padi daunnya layu
Padi layu karena  hama
Apa guna paras ayu
Kalau jauh dari agama

136. Ikan bandeng  dalam wadah
Masak bandeng  pakai laksa
Masa muda banyak ibadah
Masa tua sehat sentosa

137. Buah mengkudu jatuh tercebur
Simpan padi dalam tarup
Sesal diri di dalam kubur
Lalai sembahyang di masa hidup

138. Anak ayam masuk ke hutan
Burung beo dalam sangkar
Amal baik diamalkan
Amar ma’ruf nahi mungkar

139. Petik padi satu bulir
Padi  dari kampung sebelah
Ucap janji kalau mungkir
Akan datang murka Allah

140. Sebab mendung hujan akhirnya
Sebab kilat jadinya guntur
Jaga iman dalam dada
Jangan sampai jadi luntur

141. Pergi ke pulau mencari sebekah
Nelayan pulang membawa tiram
Banyak harta kurang sedekah
Hati gelisah tiada tenteram

142. Tuan Ahmad tuan tanah
Masuk kota membeli keris
Sebelum badan terhimpit tanah
Bersih diri dari sifat bengis

143. Negeri Cina negeri biksu
Cincin jimat dari berlian
Masa muda takklukkan nafsu
Bekal hidup hari kemudian

144. Anak keong anak siput
Merayap pelan di atas nipa
Kalau ajal kelak menjemput
Putus sudah hubungan dunia

145. Lampu lilin cahaya lindap
Mati juga tertiup angin
Sifat iri yang sudah hinggap
Buat hidup  mati tak ingin

146. Burung dara burung belibis
Nyaring bunyinya burung tekukur
Dari mana datangnya ikhlas
Dari nikmat lalu ke sukur

147. Banyak akal si Abu nawas
Asal dari tanah Arab
Sesal diri jadinya was-was
Sebab takut terkena azab

148. Makan rujak campur salad
Sebab panas daun terkulai
Waktu shalat datang ke mesjid
Dengar ceramah petuah kiai

149. Siput duduk di atas busa
Anak kodok badannya basah
Sebab mulut badan binasa
Sebab dosa jiwa gelisah

150. Potong jati pakai gergaji
Putri raja dalam kelambu
Sebab dengar suara mengaji
Rasa  bergetar di dalam kalbu

151. Naik kuda pakai pelana
Harum baunya bunga mawar
Sebab hati gundah gulana
Ngaji dan sikir jadi penawar

152. Keris sakti dalam peti
Tumbuk padi pakai alu
Gundah sedih di dalam hati
Teringat dosa di masa lalu

153. Ikan mati karena limbah
Ikan buta karena busa
Jauhi gunjing serta gibah
Semua itu bagian dosa

154. Buah manggis buah delima
Simpan air di dalam ember
Tobat masih diterima
Sampai napas sebatas leher

155. Jarum patah ke mana jatuhnya
Cobalah cari dalam jerami
Jangan sangsikan kebesaran-Nya
Meliputi langit beserta bumi

156. Tebing tinggi tebing curam
Tanpa cahaya bulan muram
Tahun baru bulan Muharram
Tahun barunya orang Islam

157. Buah melinjo dimakan angsa
Naik roda berputar-putar
Banyak malam di bulan puasa
Tiada semulia lailatul qadar

158. Sungguh enak buah markisa
Kue dodol dari ketan
Jangan piara putus asa
Putus asa ajakan setan

159. Belah duren carilah pisau
Kue bolu di atas nampan
Buat apa menjadi risau
Jodoh reski di tangan Tuhan

160. Tanah liat jadi bejana
Masak ubi campur keladi
Dunia ini hanyalah fana
Hari kiamat pasti terjadi

161. Ikan mujair dalam selokan
Walang sangit terbang ke sawah
Harta dunia mari bersihkan
Dengan kurban juga sedekah

162. Jolok mangga pakai galah
Untuk makan si anak rusa
Sesal diri jadi serakah
Akhir hayat menanggung siksa


163. Indah tahta raja Kelantan
Raja duduk di singgasana
Sebab tergoda rayuan setan
Hidup sesal jadi merana

164. Ikan lele berenang ke hulu
Lumba-lumba hidup sekawan
Tanamkan niat lebih dahulu
Ajakan sahwat mari lawan

165. Ikan hiu nyasar ke darat
Tertangkap jala anak nelayan
Ahir hayat jadi sekarat
Perintah agama terabaikan

166. Anak beruk mati diterkam
Anak domba dalam pasungan
Buat apa menaruh dendam
Kalau buat permusuhan
167. Kelapa muda dikerat-kerati
Buah belimbing di balik pagar
Ajaran hadis dimengerti
Untuk bekal dihari akhir

168. Biduk retak di tengah karang
Ubur-ubur dalam jala
Sebab hati suka membangkang
Kelak akan mendapat murka

169. Anak dusun memintal kapas
Anak dara bekancing tempurung
Budi baik jangan dilepas
Niat buruk harus diurung

170. Jagung pulut dalam belanga
Padi tumbuh dekat teki
Sebab suka berburuk sangka
Badan akan rugi sendiri

171. Gajah lincah gajah Afrika
Dalam telaga berendam badak
Banyak sudah orang berduka
Atas wafatnya insan yang baik

172. Ular berbisa anaconda
Biri-biri masuk ke hutan
Amal baik jangan ditunda
Amal buruk mari ampunkan

173. Dukun sakti makan sirih
Sirih setampin dalam bakul
Resah hati belumlah pulih
Sebab doa belum terkabul

174. Sirih hutan di atas batu
Tempat bergantung anak lebah
Jaga hati tetap satu
Hanya Allah patut disembah

175. Sirih carang dimakan ulat
Ayam jago tercabut bulu
Sebab lalai tunaikan zakat
Amal lain jadi terganggu

176. Putri sinden dilamar lutung
Lutung dari negeri kayangan
Hati siapa takkan untung
Reski luas bukan bayangan

177. Roti keju dari Belanda
Selei kacang atas donat
Sebab apa azab melanda
Sebab insan banyak maksiat

178. Musim panas mekarnya sakura
Sakura dari negeri Jepang
Jangan suka berpura-pura
Pura-pura merugikan orang

179. Arak sake beras beragi
Jamu sehat bahannya kunyit
Banyak insan sudah merugi
Badan sehat jiwanya sakit

180. Tentara Jepang dalam barak
Perang pecah dekat tugu
Mari jauhi minuman arak
Pikiran sadar jadi terganggu

181. Sungguh banyak bulu gorila
Buah berduri buah salak
Dunia ini banyak permata
Yang terindah permata ahlak

182. Merah warnanya buah stroberi
Buah duren tanpa kulit
Hilang harta bisa dicari
Miskin ilmu hidup kan sulit

183. Putri raja dalam keputren
Masak udang campur iga
Dunia ini boleh modern
Batas hijab tetap dijaga

184. Tali logam jadi kawat
Ikat cincin dari tembaga
Cantik wajah mudah dirawat
Cantik hati harus dijaga

185. Ikan laut ikan kepar
Tiram bertelur di atas bilah
Rasa sukur perut tak lapar
Kita ucap Alhamdulillah

186. Keledai duduk di tengah gurun
Anak kapten pakai lencana
Sudah jadi turun temurun
Silaturrahim di hari raya

187. Bunga mawar tumbuh di taman
Bunga bakung di atas batu
Kasih ibu sepanjang saman
Takkan hilang digeser waktu

188. Buah melinjo buah kenari
Putri raja duduk di tandu
Wajah bersih berseri-seri
Setiap waktu tersiram wudhu

189. Anak kelinci dalam jerat
Bumbu masak kapulaga
Gerakan badan dalam shalat
Badan sehat bagai olahraga

190. Kembang api kembang cerawat
Ramai bertabur di tahun baru
Sungguh bahaya sungguh gawat
Jika berpikir terburu-buru

191. Pedang sakti pedang samurai
Pedang para pasukan ninja
Air mata jatuh berurai
Kala menyambut usia senja

192. Badak berjalan di tengah ranjau
Tengah rembang panas terik
Jaga otak berpikir kacau
Agar tetap menjadi cerdik

193. Emas berlian dalam kereta
Kain sutra robek di tenun
Jatuh berurai air mata
Untaian doa tetap tekun

194. Rusa belang tidak betanduk
Kayu bakar kayu rembega
Perintah quran harus ditunduk
Sebagai hamba yang bertakwa

195. Tangkap ikan perahu mayang
Dapat satu ikan tuna
Dari kecil rajin sembahyang
Sudah besar orang berguna

196. Beruk tua mengurut badan
Anak kanguru pandai melompat
Salawat nabi kita kirimkan
Hari kemudian mendapat safaat

197. Sungguh jaya para saudagar
Batu marmer dari Persia
Sitti Maryam Sitti Hajar
Mereka semua wanita mulia

198. Masak ubi campur talas
Talas dari tanah Arab
Amal baik akan terbalas
Amal buruk akan dihisab

199. Baju perang baju zirah
Tersimpan dalam peti berkarat
Jaga diri dari memfitnah
Agar selamat dunia akhirat

200. Bunga kenanga jatuh di bulan
Kumbang mati sayap terjerat
Sudah tercantum dalam alquran
Kenakan busana menutup aurat

201. Anak onta makan kurma
Burung beo tertawa-tawa
Bukit indah Jabalrahma
Tempat bertemu Adam dan Hawa

202. Kota hujan kota Bogor
Di atas batu menjalar ubi
Negeri Arab negeri tersohor
Tempat turunnya para nabi

203. Gula aren di atas nampan
Aren dari Jawa Barat
Apa guna paras tampan
Tak pandai ngaji tak taat shalat

204. Daun suji daun pandan
Buah jeruk banyak vitamin
Contoh nabi suri teladan
Rahmatan lilalamin

205. Kapal saudagar jauh berlabuh
Ikan asin banyak garam
Biasakan dalam tubuh
Makan makanan tidak haram

206. Musik Jawa musik gamelan
Wayang orang wayang kulit
Banyak bertumpuk harta warisan
Banyak harta tapi pelit

207. Hari lebaran hari siarah
Makan ketupat belah empat
Anak beruntung anak salehah
Doa diterima dunia akhirat

208. Anak kodok pandai melompat
Anak kucing sakitya kumat
Banyak senyum banyak sahabat
Sebar senyum sebar sedekah

209. Bunga seroja bunga dahlia
Batang serei tumbuh serumpun
Bulan ramadhan bulan mulia
Salah dan dosa mendapat ampun

210. Rambut keriting rambut gimbal
Warna merah ada pengikat
Panjang umur banyak tawakkal
Masuk kubur disambut malaikat

211. Bunga teratai bunga seroja
Tumbuh subur dekat benalu
Banyak dosa tanpa sengaja
Mohon maaf harus selalu

212. Bunga pekaja bunga padma
Petik satu daunnya empat
Tahan marah  lama-lama
Mohon maaf cepat-cepat

213. Ikan asin ikan pekasam
Jangan dijemur di atas atap
Sebab makan makanan haram
Dalam kubur akan meratap

214. Asap rokok jangan dihirup
Makan ketupat campur indomi
Sebarkan ilmu selagi hidup
Manusia halifah di muka bumi

215. Kapok randu dalam gua
Buah kenari daunnya lebat
Jangan durhaka pada orang tua
Hidup bahagia hidup selamat

216. Anak belibis mati terjerat
Mati terjerat di dalam sarang
Baca yasin di malam jumat
Hati gembira jiwa tenang

217. Jauh terbang anak merpati
Singgah juga di pucuk cemara
Sebab janji tak ditepati
Rusak nama tak dipercaya

218. Akar beringin titian beruk
Anak ayam mengais tanah
Banyak curiga prasangka buruk
Awal timbulnya sifat fitnah

219. Bunga melati dalam bingkai
Bingkai dari kulit kerang
Sebab sering menjadi lalai
Taat diri dari sekarang

220. Musim hujan pancaroba
Angin malam jangan ditunggu
Sebab hidup menjadi loba
Rezki halal jadi terganggu

221. Hujau warna pucuk damar
Timbang kapas atas dacin
Ayat suci jangan diingkar
Jalan hidup menjadi licin

222. Terbang tinggi burung dadali
Pulang juga ke dalam sarang
Hidup di dunia hanya sekali
Kelak tiba semua hilang

223. Makan lemang dari ketan
Panggang dalam bara api
Jangan dihirau ajakan setan
Agar tiada sesal nanti

224. Ular berbisa ular tedung
Angin panas angin musim
Wajah cantik pakai kerudung
Pakaian takwa wanita muslim

225. Warna kuning bunga akasia
Anak lipas anak kecowa
Sungguh banyak pakaian dunia
Tiada seindah pakaian takwa

226. Ikan lele dalam kali
Paruh panjang burung pelikan
Umur pergi takkan kembali
Umur yang ada diamalkan

227. Jauh berlayar ke teluk Bayur
Pelang Jawa memuat kapas
Utang harta dapat dibayar
Utang budi Allah akan balas

228. Atas batu tumbuh pakis
Pulau pandan airnya dangkal
Iman di dada dapat terkikis
Banyak ibadah jadi penangkal

229. Perahu pinisi dari Makassar
Jauh berlayar  ke selat Malaka
Besar mulut bicara kasar
Akan membuat badan celaka

230. Tedong bonga tedong Tator
Tanduk panjang bulu belang
Sebab dosa hati kotor
Mari hapus dengan sembahyang

231. Ikan lele air payau
Udang terjebak dalam pukat
Tanpa agama hidup kacau
Tanamkan doa luruskan niat

232. Harum baunya buah adas
Tempat tumbuh akar ilalang
Sucikan badan segala hadas
Sebab hendak bersembahyang

233. Buah pinang masak sebiji
Ikan mas terjaring pukat
Cegah segala perbuatan keji
Agar terhindar dari laknat

234. Anak biawak di atas pohon
Buah blewah makanan beruk
Kepada Allah kita memohon
Dari semua amal buruk

235. Ambil santan kelapa paruti
Buah berduri buahh salak
Perintah quran mari turuti
Bekal hidup di hari kelak

236. Sunguh tajam bau durian
Buah nangka buah semangka
Amal baik selamatkan badan
Amal buruk buat sengsara

237. Buah nangka buah duku
Warna hijau biji petai
Badan terbujur sudah kaku
Tinggal amal yang menyertai

238. Batu permata dari Belanda
Jari manis dikenakan
Petaka akan datang melanda
Jika perintah-Nya diabaikan

239. Tuang sirih dalam cawan
Ubi jalar campur keladi
Rusak pikiran sengsara badan
Sebab gemar bermain judi

240. Anak rusa mati tertanduk
Mati tertanduk induk banten
Sunnah dan hadis kita tunduk
Untuk bekal di hari kemudian

241. Anak beruk tegak menggantung
Pucuk pinus tetutup kabut
Nikmat Allah takkan terhitung
Walau ditulis seisi air laut

242. Pohon  merica pohon cengkeh
Tumbuh subur di belantara
Sungguh beruntung anak saleh
Sungguh celaka anak durhaka

243. Gurun pasir gurun sahara
Tempat tumbuh pohon kaktus
Jiwa raga jadi sengsara
Sebab hati tiada ihlas

244. Pedang sakti dari tembaga
Tajam mengkilat karena diasah
Bersih harta mari dijaga
Dengan infak dan sedekah

245. Ikan teri ikan asin
Dalam keranjang banyaknya empat
Malam Jumat lafalkan Yasin
Hari Jumat tunaikan shalat

246. Kain songket warnanya kuning
Kain songket kain sulaman
Hitam sudah pada kening
Tanda sujud tanda beriman

247. Kayu papan kayu jati
Ikat papan dari rotan
Hidup ini sungguh misteri
Jodoh maut kehendak Tuhan

248. Tuan Malik dari malaka
Buah ringgit ke tanah Jawa
Hidup ini takkan celaka
Sebab iman juga takwa

249. Laut Atlantik airnya biru
Tempat berenang ikan tuna
Hati pilu jadi terharu
Ingat semua dosa yang ada

250. Beruang putih beruang kutub
Jangan ganggu jangan ditahan
Banyak  insan terkena azab
Sebab ingkar kepada Tuhan

251. Anak sakti dari Cina
Bawa dagang akar ginseng
Banyak sudah hidup merana
Amal buruk dibuat iseng

252. Keris sakti dari kuningan
Pakaian para hulubalang
Modal hidup lurus beriman
Hidup indah serta lapang

253. Ikan teri santapan pelikan
Anak berudu di atas busa
Kebaikan berbuah kebaikan
Kejahatan berbuah dosa

254. Dalang wayang duduk bersilah
Wayang orang cerita banjaran
Meniti hidup tidaklah mudah
Kuatkan niat kuatkan kesabaran

255. Buah kelor dikat-ikat
Bakar  arang dalam tungku
Ingat mati ingat akhirat
Sebab dunia kesenangan menipu

256. Pohon nipa dalam keramba
Sungguh tinggi pohon cengkeh
Harta perhiasan dunia
Sebaik-baik amal adalah amal saleh

257. Burung nuri burung tekukur
Hinggap bersarang di angsana
Sungguh merugi orang kufur
Amal laksana fatamorgana

258. Eceng gondok tempatnya lintah
Ikan lele tertusuk kail
Sebab kikir jadinya serakah
Sebab kikir awalnya bakhil

259. Berapa tinggi pucuk nyiur
Lebih tinggi asap api
Berapa banyak orang takabur
Sombong diri tiada bertepi

260. Tepi pulau tumbuh bidara
Bidara putih bidara Cina
Kasih sayang pada saudara
Hidup rukun akan terbina

261. Burung merbuk burung tekukur
Mati terjerat di batang rotan
Sebelum jasad ke liang kubur
Jaga hati jagalah badan

262. Dahan kapuk hinggap belibis
Beri makan anak di sarang
Jangan tergoda rayuan iblis
Mari halau dengan sembahyang

263. Bukan jengkrik sembarang jengkrik
Jengkrik jantan makannya daun
Jaga hati jauhi syirik
Dosa syirik tiada ampun

264. Jamu pahit bahannya kunir
Kunir dari pulau Ambon
Luas reski sudah takdir
Pada-Nya jua kita memohon

265. Apa guna pasang pelita
Kalau bukan malam hari
Apa guna wajah jelita
Kalau lalai perintah Ilahi

266. Balam beringin balam merah
Tuang getahnya ke dalam cawan
Jaga nafsu jaga amarah
Dengan niat mari ditawan

267. Tanam belimbing serambi rumah
Belimbing wuluh jatuhnya dua
Baik budi istiqamah
Akhir hayat terkenang jua

268. Anak merpati berbulu lentik
Bulu putih warna mengkilat
Jaga hati jaga munafik
Selamat badan hingga akhirat

269. Kerut kelapa ambil santan
Kelapa tinggi haruslah panjat
Putus asa ajakan saitan
Jaga iman dengan munajat

270. Dukun cina dukun peramal
Raja sakti berkalung jimat
Miskin harta miskin amal
Kaya harta kaya nikmat

271. Gelap malam sebab gerhana
Jangkrik bisu tanpa nyanyian
Jalani hidup meski sederhana
Kesderhanaan bukan kehinaan

272. Anak macan main akrobat
Bulu hitam belang putih
Banyak dosa obatnya tobat
Pintu surga sudah menanti

273. Anak Cina main gerabah
Simpan gerabah di beranda
Mari sambut bulan yang berkah
Amal ibadah berlipat ganda

274. Anak tupai meniti dahan
Anak tupai bulu hitam
Nafsu amarah mari ditahan
Jangan sampai naik pitam

275. Balanak berenang dari hulu
Mati terjerat akar bakau
Budi baik sedari dulu
Agar hidup tidaklah kacau

276. Asam Jawa rasa masam
Anak pipit kaki terikat
Jaga badan dari yang haram
Bekal menuju hari akhirat














************************************************************************* 
II. Pantun Jenaka

Pantun jenaka merupakan pantun yang membangkitkan tawa, kocak, lucu, atau menggelikan. Pantun jenaka dapat menjadi hiburan tersendiri karena akan membuat tertawa bagi orang yang mendengarnya. Tertawa atau tersenyum dapat  menghilangkan beban pikiran yang dialami oleh seseorang.


277. Melihat ombak buih terbawa
Tempat dara sering mandi
Hati siapa takkan tertawa
Melihat kakek pakai bikini

278. Pakai selendang dari sutra
Sulaman dari pekalongan
Anak muda parasnya putra
Kalau bicara disangka perempuan

279. Bintang kejora terbitnya pagi
Boleh diintip di balik pinus
Dalam hati heran sendiri
Melihat kucing dikejar tikus

280. Jauh berlayar ke laut Serawak
Mampir sejenak membuang jangkar
Adik tertawa terbahak-bahak
Melihat gajah di dalam sangkar

281. Burung dara burung merpati
Terbang rendah di atas dangau
Burung elang heran sendiri
Melihat ikan rindukan bangau

282. Jeruk nipis jeruk purut
Tumbuh di dekat nangka
Ular di lumpur disangka belut
Hendak ditangkap memakai jala

283. Belah pinang belah sekali
Biji diambil tinggal sedikit
Induk katak bingung sendiri
Mendengar anaknya ingin ke langit

284. Ambil kelapa santan diperas
Hendak dituang ke dalam sayur
Besi kuningan disangka emas
Apa daya sudah dilebur

285. Karena apa bangau mandi
Sebab hendak berbulu hitam
Karena apa kucing berlari
Sebab hendak diburuh ketam

286. Pisang tua habis ditebang
Biji berbaris berderet-deret
Rusa tertawa di tengah padang
Melihat kambing mencret-mencret

287. Air terjun jatuh terpercik
Tempatnya mandi si ikan layang
Tersenyum kini ikan di tasik
Melihat udang hendak berkayang

288. Elok ombaknya di pantai Kuta
Kiri kanan berjejer karang
Kalau dapat berjodoh tua
Orangnya sabar juga penyayang

289. Ke pasar membeli kentang
Jangan lupa membeli merica
Dalam  hati menaruh bimbang
Melihat kucing belajar membaca

290. Tanam ubi di tepi rawa
Ubi diambil teruslah dimasak
Siapa bisa menahan tawa
Melihat kakek memakai celak

291. Masak belanak dalam kuali
Belanak dimakan berlima
Sebab beo pandai bernyanyi
Yang lain jadi terkesima

292. Kemana perginya si burung dara
Terbang tinggi jauh ke awan
Buah pinang disangka kelapa
Janda muda disangka perawan

293. Cari gula pergi ke toko
Tokonya toko kelontong
Tegaklah tikus berpidato
Kucing heran jadi mengeong

294. Kuda lari timbullah depak
Terinjak paku kuda meringis
Gabus tertawa terbahak-bahak
Melihat lele mencukur kumis

295. Sungguh enak buah pepaya
Masak di pohon ambil sebiji
Sungguh sedih hati buaya
Melihat punggung ada gergaji

296. Kemana pergi si induk itik
Kalau bukan ke rawa-rawa
Sebab ekor sedang terjepit
Berut menangis disangka tertawa

297. Anak celeng memakan umbi
Tumbuh di bawah pohon selasih
Bertemu dia di dalam mimpi
Bantal dipeluk disangka kasih

298. Buah cabe buah lada
Warna mera disangka gincu
Orang tua berbini muda
Jalan bersama disangka cucu

299. Ke laut menangkap sembak
Untuk dimakan anak seorang
Anak kucing berdiri tegak
Pegang  gitar kumis bergoyang

300. Kemana perginya pelanduk
kalau bukan mencari mangsa
melihat ayam memakai tanduk
diri heran luar biasa

301. Tuang puan ke dalam cawan
Hendak diminum si anak raja
Sebab beruk tiada berkawan
Pergi ke kota narik kereta

302. Bakar dupa pakai kemenyan
Bakarnya di bawah beringin
Hati siapa takkan heran
Air dimasak rasanya dingin

303. Agar-agar kue puding
Enak dimakan di siang hari
Duduk bersila cicak di dinding
Melihat nyamuk menari-nari

304. Pohon jati pohon belangir
Tempat hinggap si anak itik
Anak kecil duduk menyemir
Pakai lidi disangka ijuk

305. Jarum patah jarum berkarat
Simpan jarum di dalam kotak
Lihat kening berlipat-lipat
Hendak bersisir kepala botak

306. Tumbuh menggantung pohon benalu
Tumbuhnya di pohon mangga
Hati siapa tak jadi malu
Merayu pria disangka wanita

307. Pasang belantik di tengah huma
Belantik penangkap punai
Susah-susah dandan percuma
Datang ke pesta yang sudah usai

308. Sebab malam sudah tiba
Terang bulan di tengah kebun
Apa gerangan yang melanda
Hendak memancing di tengah gurun

309. Buah manis buah ranum
Jangan simpan di dalam karung
Senyum manis dikulum-kulum
Kalau tertawa giginya ompong

310. Burung kenari membuat sarang
Sarangnya  di pinggir kali
Hati girang tiada kepayang
Melihat nenek bermain tali

311. Anjing pudel memakai pita
Jalan berjijnjit memakai payung
waktu siapa takkan tersita
Melihat ikan pandai mendayung

312. Ikan teri di dalam toples
Anak kelinci makannya kangkung
Hati gajah menjadi stres
Ingin badan bentuknya jangkung

313. Anai-anai makannya kayu
Cicak putih sayapnya putus
Macan tutul matanya sayu
Ingin bulu warnanya mulus

314. Anak celeng makannya timun
Anak kelinci makannya wortel
Ayam jago asik melamun
Berdiri tegak memakai mantel

315. Sungguh lebar daunnya labu
Tempat bernaung lintah darat
Lihatlah lihat burung bangau
Pulang ke sarang paruhnya pucat

316. Buah wangi buah cengkeh
Tanamnya pakai pacul
Adik tertawa terkekeh-kekeh
Lihat rambutan kulitnya gundul

317. Bunga melati tumbuh sekuntum
Dipetik  ratu benang sarinya
Dalam hati terkagum-kagum
Janggut kambing di kepang dua

318. Daun pandan penuh duri
Sungguh tinggi batang pinang
Dalam hati heran sendiri
Suara siul disangka seruling

319. Daun talas di atas genteng
Daun kering  banyak debu
Berdarah sudah bibir  banteng
Batang bambu disangka tebu

320. Mangga tua mangga mengkal
Sungguh bundar daun waru
Cacing tertawa terpingkal-pingkal
Lihat keong  terburu-buru

321. Jika malam nyalakan lampu
Lampu minyak bentuknya bulat
Senyum simpul tersipu-sipu
Asam jawa disangka coklat

322. Kepompong jadi kupu-kupu
Pintal kapas menjadi benang
Gadsi manis malu tersipu
Perut keroncong dikira gendang

323. Tepi kolam berenang bebek
Langit hitam karena mendung
Kakek heran melihat nenek
Rambut putih disangka kerudung

324. Beras ketan dalam gantang
Mari jemur di atas terpal
Sebab beruk membawa rantang
Ayam tertawa terpingkal-pingka

325. Bunga kenanga jatuh berperai
Jatuh ke kota Jepara
Anjing kucing minta cerai
Tikus jadi sumpah serapa

326. Anak puyuh dari teluk bayur
Ke pulau seberang memakai dayung
Sebab hujan datang mengguyur
Kambing lari mencari paying

327. Anak panda di dalam sangkar
Laut jawa tempat memancing
Ikan belut tertawa lebar
Kumis lele disangka cacing

328. Anak angsa berkuku jari
Simpan padi di dalam lumbung
Jangkrik tertawa seorang diri
Jamur merang disangka payung

329. Sungguh harum buah cengkeh
Biji sirsak jatuh tercebur
Musang tertawa terkekeh-kekeh
Ayam jantan hendak bertelur

330. Kacang tanah kacang polong
Anak belut badannya jember
Nenek tertawa giginya ompong
Melihat kakek memakai daster

331. Ambil talas cobalah gali
Berangan padi dalam dulang
Hati siapa takkan geli
Melihat beruk bermain gendang

332. Tikus mati sebab berangan
Gabus mati karena tuba
Adik tertawa apa gerangan
Rok dipakai disangka celana

333. Warna pelangi panjang sejengkal
Sungguh cantik bidadari
Kijang tertawa terpingkal-pingkal
Melihat siput berlomba lari

334. Sebab apa bangau berpacu
Sebab hendak mematuk belanak
Sebab kakek memakai gincu
Membuat adik terbahak-bahak

335. Kalau bukan karena malam
Takkan datang bulan purnama
Sebab monyet jatuh ke kolam
Semua mata jadi terpana

336. Anak kodok di rawa-rawa
Tepung beras disangka gula
Adik menangis sambil tertawa
Kepala botak disangka bola

337. Kain lusuh kain robek
Buah kenari buah kismis
Nenek tertawa melihat kakek
Sayur labu nyangkut di kumis

338. Pohon pinang tinggi sejengkal
Tumbuh subur dekat mahoni
Tikus tertawa terpingkal-pingkal
Melihat beruk memakai poni

339. Buah enau buah kolang kaling
Peram mangga di dalam kardus
Sungguh lucu tampknya kucing
Duduk manis bermain gambus

340. Dalam kebun tumbuh ilalang
Makan  mie pakai garpu
Tikus kaget bukan kepalang
Kumis kucing disangka sapu

341. Gosok gigi pakai siwak
Hewan lunak si ubur-ubur
Mata tertuju kepada landak
Sebab asik memakai lulur

342. Gajah terlentang hilang nyawa
Pisau  belati dalam bakul
Adik menangis sambil tertawa
Melihat tikus membawa pacul

343. Pohon randu pohon kapuk
Buah coklat campur kenari
Gajah tertawa sambil bertepuk
Melihat  lintah sedang menari

344. Sungguh kencang larinya kuda
Anak angsa masuk kandang
Sungguh heran hati srigala
Melihat belut memanjat pinang

345. Tanam randu di atas bukit
Randu masak jatuh berhambur
Sungguh heran si anak itik
Melihat ayam di dalam lumpur

346. Jambu kelutuk jambu biji
Tumbuh subur dalam jambangan
adik heran seorang diri
Duduk melamun tidak karuan

347. Buah duren buah berduri
Angin puyuh di atas puncak
Anak kucing heran sendiri
Anak tokek disangka cecak

348. Umbi talas harus digali
Tanam jati di atas puncak
Dalam hati menjadi geli
Melihat beruk menarik becak

349. Sungguh enak buah manggis
Tumbuh dekat pohon kenari
Adik tertawa sambil menangis
Melihat kancil pandai menari

350. Tepi tebing tumbuh cendana
Hewan kecil tentulah basil
Hati siapa takkan terpana
Bulu landak disangka pensil

351. Perahu dayung berlaju pelan
Kerang hidup di dalam cangkang
Hati siapa takkan heran
Melihat kelinci hendak terbang

352. Negeri dongeng antah berantah
Panjat mangga pakai tali
Sungguh heran  melihat lintah
Hendak mendengar telinga tuli

353. Baju koko baju gamis
Kain sutra kain selendang
Buaya heran sambil meringis
Melihat domba memukul gendang

354. Buah melinjo tumbh di pucuk
Biji salak dalam gua
Kerbau heran sambil bertepuk
Ekor kuda dikepang dua

355. Ambil kesumba jadi gincu
Buah nangka buah cempedak
Kakek heran melihat cucu
tepung di wajah disangka bedak

356. Rumput teki rumput perdu
Bunga kenanga harum baunya
Anak musang wajahnya rudu
Induk kucing disangka induknya

357. Timbang kapas atas dacing
Pintal kapas jadi benang
Sungguh heran hati kucing
Melihat kambing pandai berenang

358. Kuda belang raja sakti
Pohon enau tempat belibis
Sungguh heran hati kelinci
Melihat kucing pandai menulis

359. Malam hari makan durian
Nasi bubur dimakan aki
Dalam hati terheran-heran
Kaki seribu berkaos kaki

360. Simpan kaca dalam lemari
Pecah kaca jadi beling
Anak monyet menari-nari
Melihat anjiing dikejar kucing

361. Burung lincah burung merpati
Pucuk kelutuk rasa pekat
Anak tupai heran di hati
Taring gajah disangka tongkat

362. Bawah tempurung tinggalnya katak
Hutan lebat hutan lindung
Adik heran kepada kakak
Melihat anting ada di hidung

363. Anak desa main pedati
Burung merak hinggap di jati
Badak  kaget setengah mati
Buaya tidur disangka mati

364. Cermin retak dalam lemari
Istri raja pandai berdandan
Kerbau lompat kesana kemari
Sebab hendak rampingkan badan

365. Sungguh pedas si cabe rawit
Tempat ular singgah bernaung
Anak domba lari menjerit
Melihat tikus memakai kalung

366. Angin semilir angin mammiri
Bertiup kencang membawa abu
Anak celeng kaget sendiri
Bola kaki disangka labu

367. Ada berapa jumlahnya hari
Kalau bukan banyaknya tujuh
Kambing  kaget berlari-lari
Hujan turun hendak berteduh

368. Beli lipstik di pasar malam
Buat dipakai ke undangan
Kera menghayal siang dan malam
Ingin cantik rajin berdandan

369. Biru warnanya gunung Tambora
Tempat cemara tumbuh meranggas
Hati  kucing bergelora
Melihat tikus memakai jas

370. Hujan rintik di lereng bukit
Ikan bandeng dalam tambak
Hati siapa takkan menjerit
Kucing mati tikus yang tembak

371. Ambil air di batang temu
Anak lebah main di rawa
Kucing anjing janji bertemu
Tikus jadi tertawa-tawa

372. Ikan laut ikan senangin
Makanan para anak raja
Mau senyum tertawa ingin
Kambing tercebur tiada sengaja

373. Kain sutra warna senantan
Sutra dari tanah Melaka
Anak celeng menjadi heran
Melihat  beruk bercermin muka

374. Asam gendis di tepi bukit
Tempat melilit pohon benalu
Tikus menggoda bersuit-suit
Kucing acuh tetap berlalu


********************************** 
III. Pantun Remaja/ Muda Mudi

Pantun remaja merupakan pantun yang menarik untuk diketahui dan dipelajari. Dalam pantun ini terdapat untaian kalimat yang ditujukan kepada para remaja yang sedang mengalami perasaan rindu, sedih, senang, kesal, galau, atau segala tingkah laku yang sering dilakukan atau dialami oleh para remaja. Pantun remaja dapat pula menjadi pelipur lara bagi mereka yang membaca atau mendengarnya. Berikut ini contoh pantun yang termasuk ke dalam pantun remaja.


375. Anak kera duduk di bukit
Dipanah oleh si raja sakti
Dipandang wajah senyum sedikit
Karena sama menaruh hati

376. Bunga anggrek diapit bata
Bunga indah lebat daunnya
Dalam hati terbersit kata
Adik manis siapa namanya

377. Air serabat di dalam cangkir
Persembahan dewa dari alam
Haram talak saya tak mungkir
Badan terserah kepada tuan

378. Ayam berkokok terlalu bena
Raja berangkat ke perahu
Adik cantik serahkan bunga
Dalam hati gundah terharu

379. Anak undan gugur bulunya
Mari diambil dibuat kapas
Abang rindu akan senyumnya
Belum dilihat dendam tak lepas
380. Ayam kampung terbang ke Jambi
Hendak bertelur ke tanah Jawa
Abang bingung di dalam hati
Adinda pergi tiada berita

381. Anak ikan dimakan bangau
Bangau mati dimakan elang
Kalau hati sedang galau
Kekasih hati selalu terkenang

382. Kuda pacu pakai pelana
Tanah liat asal tembikar
Makan tak enak tidur tak lena
Sebab abang tak ada kabar

383. Daun kapas dimakan ulat
Simpan jarum dalam sekam
Badan kurus wajahku pucat
Rindukan abang siang dan malam

384. Daun lobak daun perdu
Daun serei daun lempuyang
Kalau hati menanggung rindu
Siang malam wajah terbayang
385. Pohon mahoni pohon randu
Tumbuh lebat di pinggir kali
Lama hati menanggung rindu
Ingin bersua walau sekali

386. Pohon mahoni pohon randu
Daunnya lebat sekali
Cukup mata kini beradu
Dalam hati girang sekali

387. Pohon mahoni pohon randu
Daunnya lebat sekali
Senyum sedikit mata berpadu
Jadi obat di dalam hati

388. Makan kelapa dicampur kismis
Makannya di malam hari
Siapa dia si hitam manis
Bolehkah aku kenalkan diri

389. Makan kelapa pakai kismis
Makannya di malam hari
Abang sayang abang kumis
Kurindu siang dan malam hari

390. Manis rasanya salak Bali
Kalau makan kulit dibuang
Abang sayang kapan kembali
Jangan buat adinda bimbang

391. Manis rasanya salak Bali
Makannya di pantai Kuta
Abang sayang rindu sekali
Sebab selalu terbayang di mata

392. Manis rasanya salak Bali
Makannya di pantai Kuta
Sebab cinta dalam sekali
Kadang hati menjadi buta

393. Manis rasanya salak Bali
Makannya di pantai Kuta
Jangan suka menabur janji
Walau hanya cukup dikata

394. Jauh nian terbangnya jalak
Terbangnya ke tanah Mandar
Malam datang mata tak nyenyak
Sebab hati menjadi gusar

395. Jauh nian terbangnya jalak
Terbangnya ke tanah Mandar
Jangan buat napasku sesak
Sebab hati berdebar- debar

396. Kapal berlabuh buanglah jangkar
Tangkap gabus pakai pukat
Ucap janji jangan diingkar
Sebab hati sudah terpikat

397. Kapal berlabuh buanglah jangkar
Lempar jangkar ke dalam laut
Rindu hati berdebar-debar
Hingga malam menjadi larut

398. Tuang air ke dalam cangkir
Cangkir dari tanah liat
Sebab janji abang mungkir
Kini wajah menjadi pucat

399. Negeri Arab negeri gunung
Tempat bertelur burung onta
Harapan hati kini diurung
Sebab abang jauh di mata

400. Tercatat sudah dalam dunia
Buku tua penuh kisah
Terikat sudah janji berdua
Hanya ajal jadi pemisah

401. Jangan suka bermain kata
Malam hari membakar dupa
Walau abang jauh di mata
Dalam hati tak akan lupa

402. Beras ketan dalam tempayang
Makan lemang di malam kelam
Siang teringat malam terbayang
Hati gelisah siang dan malam

403. Buah sirsak di makan lebah
Daunnya tinggal selembar
Walau  rindu kian membuncah
Dalam hati tetap bersabar

404. Buah sirsak dimakan lebah
Daunnya tinggal selembar
Walau badan sudah rebah
Tapi senyum masih diumbar

405. Jauh tani menebar biji
Tanam buah biji cokelat
Jangan abang ingkari janji
Sebab dinda sudah terpikat

406. Anak bingkatak anak buaya
Bunga kenanga dalam piring
Masa sudi kepada saya
Laksana bunga berdaun kering

407. Ambil buku lalu ukiri
Buku dibeli di toko seberang
Apa pula yang dipikiri
Hingga badan kurus kering

408. Ambil padi di atas lumbung
Lumbung tertutup daun nipah
Kabar berita tiada tersambung
Terucap kata sumpah serapah

409. Ayam jago memakai taji
Kalah beradu jadinya kabur
Janji terucap hanya sekali
Akan terbawa ke alam kubur

410. Dukun kampung membakar dupa
Dupa dibakar di malam hari
Sampai mati tidak akan lupa
Sudah terpatri di dalam hati

411. Petik kacang di rumah samping
Lalu masak dicampur  asam
Melihat adinda tersenyum riang
Hati senang sepanjang malam

412. Lebar nian daun perdu
Gugur satu langsung lepas
Hati abang sangatlah rindu
Hingga susah untuk bernapas

413. Dalam kali tinggalnya puyu
Ayunan dari aluminium
Abang jangan hanya merayu
Susah makan susah minum

414. Lemari kayu dimakan ngengat
Kayunya dari kayu jati
Adinda seorang yang saya ingat
Tak akan lupa sampai nanti

415. Anak gembala riang bernyanyi
Bunga melati berdaun lima
Di mana adinda berada kini
Saya menunggu terlalu lama

416. Ambil jambu belakang rumah
Jambu klutuk banyak bijinya
Jikalau lama tiada bersua
Mata terpejam banyak mikirnya

417. Pukul gendang iringi rebana
Rebana dari kulit rusa
Hati abang sungguh merana
Terlalu lama menanggung rasa

418. Ambil kayu ikatlah tali
Talinya dari tali rapiah
Senyum manis di mana kini
Sudah lama abang gelisah

419. Petiklahbungabungamelati
Bunga dipetik patah dahannya
Hendak bertemu si jantung hati
Jantung hati ,manis parasnya

420. Tanam ubi di tanah basah
Ubi dibakar baunya angit
Dilihat jinak dipegang susah
Laksana bulan jauh di langit

421. Ambil kayu di atas bara
Kayu disiram apinya padam
Kalau adik enggan bicara
Hati gelisah rindu dipendam

422. Tanam jati di tanah rata
Tebang jati pakai gergaji
Kalau janji sudah dikata
Jangan pernah ingkari lagi

423. Simpan baju di dalam peti
Peti tua dimakan rayap
Amatlah senang di dalam hati
Hingga badan tidur lelap

424. Ambil alu tumbuklah padi
Padi ditumbuk di tanah lapang
Pikir dahulu di dalam hati
Jangan hanya berkata sembarang

425. Anak ayam main di rawa
Anak ayam mencari belalang
Rasanya badan tiada bernyawa
Rindukan hanya adik seorang

426. Ambil benang di dalam peti
Benang dipintal dalam kelambu
Belum puas rasanya hati
Jika kita belum bertemu

427. Abang haji pulang berobat
Sambil berjalan jalan di tepi
Kalau abang mau bersahabat
Jangan hanya setengah hati

428. Ambil kawat di atas lemari
Peniti di dalam kain
Jangan hanya setengah hati
Agar tidak menacari yang lain

429. Ada seruling berbunyi malam
Terdengar hingga larut
Saya bermimpi setiap malam
Hingga rindu jadi terpaut

430. Anak kelinci mandi di sumur
Nyeberang sungai naik perahu
Biasakan hidup jangan takabur
Hari esok siapa yang tahu

431. Batu karang di tengah laut
Lumut hijau di atas batu
Jika rindu kirimlah surat
Agar dinda menjadi tahu

432. Buah kenari dimakan angsa
Delima dijolok merekah
Supaya hati senang sentosa
Hati riang hidup pun berkah

433. Buah Kamboja di tepi rimba
Dainnya habis di makankuda
Biarlah kanda menjadi hamba
Jikalau dapat cinta adinda

434. Burung dara terbang ke darat
Mati dipanah seorang tentara
Sebab adinda buatku melarat
Cinta suci tak diterima

435. Burung nuri terbang  pulang
Pulangnya ke tepi sungai
Banyak sudah wajah kupandang
Tiada sama wajahmu kini

436. Batang diguncang jatuh buahnya
Jatuh sebiji ke atas karang
Jalan baik apa susahnya
Bagi anak jaman sekarang

437. Jikalau panas pakailah kipas
Kipas dibayar kantong dirogoh
Belum bertemu rindu tak lepas
Di dalam hati hendak berjodoh

438. Peram pisang tutplah rapat
Pisang dari pulau Nusa
Dua tiga bisa kudapat
Tiada  jua seperti adinda

439. Makan salad dicampur sayur
Sayur kol hijau warnanya
Bukan malas saya menegur
Sebab takut pada yang punya

440. Minum jahe dicampur jamu
Mata air dalam telaga
Kalau di dunia tiada bertemu
Aku menanti di pintu surga

441. Pisau tumpul pakailah asahan
Asahan dari batu kuali
Rindu siang boleh ditahan
Rindu malam gelisah sekali

442. Belah ketupat empat persegi
Ketupat dari daun pandan
Ke mana gerangan adinda pergi
Hati merana sengsara badan

443. Masak keladi pakailah garam
Masaknya dalam kuali
Jangan disentuh jadinya haram
Sampai sudah menikah nanti

444. Buah nangka bua delima
Bunga mawar bunga melati
Abang pergi terlalu lama
Lelah sudah aku menanti

445. Cempedak ditanam berbuah nangka
Nangka ranum baunya harum
Siapa kira siapa menyangka
Orangnya gagah buatku kagum

446. Daun sirsak warnanya hijau
Tumbuhnya di kaki gunung
Pejam mata jadinya ngigau
Siang malam hatiku bingung

447. Anak gurita tertindis batu
Batu hancur gurita mati
Cinta abang hanya satu
Takkan terganti hingga nanti

448. Apa guna tanduknya rusa
Sebab tidur jadinya sukar
Apa guna piara rasa
Kalau abang janjinya ingkar

449. Jauh merantau ke tanah seberang
Jauh sudah tanah Makassar
Jika petang teringat pulang
Hati gundah hati gusar

450. Nanak nasi jadinya bubur
Bubur di makan dicampur labu
Hati gundah tiada dihibur
Abang juga terbayang selalu

451. Petik gendang lantunkan lagu
Lagu sahdu si anak gembala
Jadi anak jangan belagu
Hendak bunuh diri segala

452. Tajam cakarnya si anak kucing
Dikejar tikus kencang larinya
Kalau abang jadi gunting
Biar adinda jadi kainnya

453. Getah nangka nempel di kain
Nangka dari pasar malam
Siapa dia si gadis lain
Orangnya tenang senyum kalem

454. Sungguh pahit biji pepaya
Rumput teki tengah huma
Kini adik takkan percaya
Sebelum janur depan rumah

455. Anak pangeran dari kampung seberang
Pakai gerobak tanpa pedati
Laki-laki zaman sekarang
Pandai merayu tak ada bukti

456. Sungguh  tinggi si pohon nyiur
Sebab tumbuhnya di pinggir kali
Banyak hati sudah tergiur
Sebab adik cantik sekali
457. Berlayar sudah ke tanah Jawa
Bawa pulang si kembang mayang
Walau harus bertaruh nyawa
Asal dapat adinda seorang

458. Harum nian si jeruk purut
Makannya dicampur salak
Kemana hati akan diturut
Tiada arah tiada petunjuk

459. Bunga kenanga jatuh berperai
Jatuhnya ke dalam jambangan
Dunia akhirat tiada bercerai
Terpatri sudah dalam angan

460. Jinak-jinak burung merpati
Hinggap di atas pucuk asam
Tuan seorang pelita hati
Selalu kunanti siang dan malam

461. Anak udang terjaring pukat
Burung dara burung pelikan
Kalau hati sudah terpikat
Depan penghulu kita buktikan

462. Sebab katak bawah tempurung
Hingga suara jadi nyaring
Sebab adik suka merenung
Hingga badan kurus kering

463. Anak simpanse anak primata
Burung beo di atas limau
Sejak mata bertemu mata
Tidur malam jadi mengigau

464. Ladang ubi bertanam jagung
Ubi dari pulau Selayar
Kalau cinta sudah segunung
Tiada bersua belum terbayar

465. Ayam kalkun telurnya menetas
Telur ayam dicampur jamu
Rindu  terserak bila kan lepas
Sebelum sampai kita bertemu

466. Berlayar sudah ke tanah Belitung
Bermuat juga kambing dan kuda
Uang gaji  salah dihitung
Pikiran selalu pada adinda

467. Tanam jahe dekat lengkuas
Burung cicit makannya padi
Seumur-umur dendam tak lepas
Sebab bersua hanya di mimpi

468. Anak merpati belum bersayap
Tunggu induk pulang ke sarang
Hati adik sungguh berharap
Abang segera datang sekarang

469. Di bawah enau mengadu ayam
Ayam jago dipasng taji
Terbayang sudah siang dan malam
Terkenang kini segala janji

470. Bolu lapis dicampur kayu manis
Dibakar memakai arang
Karena rindu adinda menangis
Teringat abang di tanah seberang

471. Keris pusaka di dalam peti
Gagangnya dibalut kain
Kalau memang cinta di hati
Tak ada lagi orang lain

472. Buah melinjo buah kenari
Tumbuhnya dekat dangau
Sebab abang tiada kemari
Hati adinda menjadi galau

473. Jeruk purut jeruk nipis
Sirih tumbuh di pohon randu
Hati gundah bagai diiris
Sebab lama memendam rindu

474. Pohon nyiur bercabang  tiga
Ditiup angin dahannya jatuh
Kalau hati tak pasti juga
Untuk apa harus bertaruh

475. Anak marmut dalam semak
Makan umbi jumlahnya dua
Walau rindu sudah menyeruak
Abang tiada berkunjung jua

476. Megah nian bangunan Tajmahal
Letaknya di tanah India
Adik jangan jual mahal
Aku ini orangnya setia

477. Kota Makkah kota Islami
Banyak haji datang berkunjung
Cinta gersang segera sirami
Jangan sampai menjadi kering

478. Es buah pakai selasih
Makannya di siang hari
Kemana gerangan wahai kekasih
Hingga kini belum kembali

479. Ratu cantik pandai menari
Rambut disanggul belah empat
Keliling dunia abang mencari
Baru kini adik kudapat

480. Jemur padi di atas terpal
Terpal lebar warnanya biru
Kalau rindu sudah menggumpal
Kemana lagi harus mengadu

481. Masak gula dalam belanga
Lalu ambil tuang ke cawan
Harta dunia habislah pana
Dalam hati hanyalah tuan

482. Anak katak memakan padi
Padi tumbuh di tengah huma
Cinta sejati akan terpatri
Walau usia sudah lama

483. Kokoh nian si pohon jati
Dalam belukar batangnya besar
Sayangkan pada si jantung hati
Sebab pandai membuat gusar

484. Gunung Merapi tinggi mengawan
Tampak dari pedalaman
Kemana gerangan dirimu tuan
Hati merindu semalaman

485. Kapal siar pakai titian
Berlayar jauh sampai benua
Adik manis masih sendirian
Menunggu kasih datang bersua

486. Teguk anggur di dalam cawan
Minuman asli putra mahkota
Jika malam tataplah awan
Bila kita bertemu mata

487. Cari ilmu di tanah Melayu
Jangan lupa Pangkal Pinang
Badan layo mata sayu
Sebab ditolak si mak inang

488. Buah nangka buah cempedak
Makannya buanglah bijinya
Siang malam rindu mendadak
Sebab dinda tiada beritanya

489. Ke gunung Rinjani berburu rusa
Rusa dipanah terkena lutut
Kalau hati tiada rasa
Biar kata akan kuturut

490. Petik senar terdengar tembang
Tembang rindu bagai permata
Kakanda datang hati senang
Hingga jatuh air mata

491. Perahu layar ke tengah laut
Roboh tiang sebab badai
Hingga badan dijemput maut
Cinta abang takkan ternodai

492. Patahlah kini pisau belati
Tersimpan lama di bawah kasur
Hilanglah kini si jantung hati
Entah kemana gerangan kabur

493. Manis rasanya buah delima
Delima tumbuh di tepi jurang
Jauh nian  kini di mata
Tiada kabar berita yang datang

494. Kelap kelip si kunang-kunang
Dalam kelam menyala-nyala
Dari dulu hingga sekarang
Kasih sayang masih membara

495. Janur kuning enaknya hiasi
Jangan lupa aksesorisnya
Kasih pergi jangan tangisi
Segera cari penggantinya

496. Sinar purnama jatuh ke pinus
Anak kancil mengintip juga
Sudah minum tetaplah haus
Yang kunanti abanglah jua

497. Makan sukun dicampur lada
Jangan lupa pakai terasi
Boleh kini bertepuk dada
Dapat pasangan yang serasi

498. Hujan badai petir menyambar
Jauh berteduh di tengah dangau
Sebab hati tiada sabar
Kini aku menjadi galau

499. Puntung rokok di dalam asbak
Rokoknya dari cerutu
Isi hati belum tersibak
Kini sudah jadi cemburu

500. Gesek biola nyanyian bang haji
Jangan lupa iringi rebana
Sebab abang ingkari janji
Kini hati jadi merana

501. Pedang sakti bergagang emas
Pedang para putra leluhur
Sebab hati jadi cemas
Buat rindu menjadi hancur

502. Tanam ubi di pinggir pagar
Dekatnya tumbuh pohon pandan
Gadis malang senyumnya pudar
Terlihat jua hingga ke badan

503. Makan nasi lauknya tiram
Tiram hijau dari laut Jawa
Walau malam kian kelam
Mata belum terpejam jua

504. Ingat Makassar ingat Pinisi
Gagah berlayar hingga samudra
Walau sudah berpisah kini
Anggap masih bersaudara

505. Anak pipit di atas dangau
Burung elang hendak mematuk
Kalau bukan karena dikau
Buat apa mata tak ngantuk

506. Jalan-jalan jauh ke kota
Lihat bunga indah terangkai
Menetes juga si air mata
Terkenang kasih tiada sampai

507. Petik bunga di tanjung karang
Bunga melati indah di taman
Sejak dahulu hingga sekarang
Hanya abang pria idaman

508. Kain tenun kain kebaya
Kenakan ke pesta tuan Jalil
Hancur badan tiada berdaya
Sebab abang orangnya jahil

509. Makan ketupat bungkusnya pandan
Pandan dianyam segiempat
Terkenang jua hingga ke badan
Bersua kini belumlah sempat

510. Hewan langka namanya jerapah
Makannya dari rumput hijau
Jika tak ingin sumpah serapah
Jangan suka membuat kacau

511. Matang kini air mendidih
Lalu tuang ke dalam cawan
Hati ini menjadi sedih
Hidup sendiri tiada berkawan

512. Air mengalir jauh ke hulu
Jauh mengalir sampai ke hilir
Kalau serius panggil penghulu
Jangan hanya manis di bibir

513. Air belerang pinggir telaga
Buat masak di atas tungku
Jiwa raga jadi berlomba
Tiada tahan lama menunggu

514. Masak ikan campur lengkuas
Ikan lele panjang kumisnya
Dalam hati belumlah puas
Kalau  belum lihat senyumnya

515. Jauh karang ke tengah laut
Laut kutub tertutup salju
Hati abang menjadi ciut
Melihat abang pergi berlalu

516. Berlayar hingga ke tanah Makassar
Tambatkan kapal di pantai Losari
Sebab adinda abang gusar
Lama nian tiada kemari

517. Air pasang karena gerhana
Gerhana di malam hari
Jangan buat badan merana
Sebab hidup hanya sekali

518. Sebab hujan kambing berlari
Larinya ke atas dangau
Sebab adik ingkari janji
Luka terbawa jauh ke rantau

519. Manis rasanya durian Sumatra
Makannya di waktu subuh
Kasih terputus anggaplah saudara
Jangan sampai menjadi musuh

520. Gubuk beratap daun keladi
Gubuk berada di tepi paya
Hidup kini jadi sendiri
Tiada berkawan tiada berdaya

521. Asam manis asam Jawa
Tumbuhnya di atas bukit
Jangan pernah lukai jiwa
Kalau tak ingin menjadi sakit

522. Rebus ubi dalam belanga
Belanga dari tanah liat
luka hati jadi menganga
sebelum dinda kini terlihat

523. Halau gembala pulang ke kandang
Kandang tiada diatapi
Rindu siang mudah di hadang
Rindu malam terbawa mimpi

524. Kencang larinya si kuda belang
Mencari rumput di tengah gambut
Perasaan siapa takkan senang
Cinta sejati kini bersambut

525. Tajam nian pedang samurai
Tersimpan rapi di balik baju
Air mata jatuh berurai
Cinta abang tiada direstu

526. Akar obat akar alang-alang
Petik setangkai lalu direndam
Kepala pusing bukan kepalang
Sebab rindu lama dipendam

527. Abu nawas pengawal raja
Cerdik pandai banyak siasat
Mata bertemu tiada sengaja
Napas bagai terhenti sesaat

528. Makan kelapa di campur gula
Kelapa jangan diperas
Banyak pecinta menjadi gila
Dikala cinta tiada terbalas

529. Goreng pisang pakailah minyak
Minyaknya minyak sawit
Badan kurus tidur tak nyenyak
Jiwa raga menjadi sakit

530. Anak marmut tiada berinduk
Kencang larinya anak rusa
Tiap bersua kepala menunduk
Tiada kuasa menahan rasa

531. Anak itik pandai berenang
Burung elang datang menyambar
Hati riang amatlah senang
Kabar bahagia sudah tersebar

532. Bawang merah bawang Bombai
Campur satu ke dalam wajan
Hati siapa takkan terbuai
Sebab melihat wajah tampan

533. Beli kain di kampung Melayu
Kain dijahit buat selendang
Wajah pucat mata sayu
Menanti kasih tak kunjung datang

534. Makan tempe dicampur tahu
Tahu ditumis pakai terasi
Dalam hati siapa yang tahu
Cinta pertama dibawa mati

535. Kacang telur pakai terigu
Terigu dari pasar turi
Jangan bimbang dan jangan ragu
Jauh di mata dekat di hati

536. Si Pitung jago berperang
Perangnya dengan penjajah
Sebab abang tiada berkunjung
Hati rindu jadi gelisah

537. Ali Baba dari India
Duduk semedi di sungai Gangga
Kalau bukan karena si dia
Untuk apa hati berbangga

538. Kayu lada kayu hitam
Masak dicampur santan
Warna warni bunga di taman
Hanya satu jadi panutan

539. Kayu bakar diikat erat
Kayu diambil dari pulau
Sakit badan minumlah obat
Sakit hati siapa yang tahu

540. Kalau tersesat pakailah kompas
Kompasnya kompas besi
Sama rindu sama senapas
Tetap langgeng sampai nanti

541. Bunga rosi di dalam taman
Kumbang datang mengitari
Nasib berjodoh sudah suratan
Tiada yang dapat menghalangi

542. Jamur merang di atas batu
Petik satu tinggal batangnya
Kalau takdir akan bersatu
Takkan ada penghalangnya

543. Ambil jahe potong seruas
Lalu campur santan dan gula
Dalam hati belumlah puas
Kini harus berpisah pula

544. Anak bayi dalam pangkuan
Lahirnya di bulan Juli
Hati gundah karena tuan
Jauh dirantau tiada kembali

545. Masak nasi tentulah beras
Beras wangi daun pandan
Cincin ikatan kini dilepas
Tiada cinta tiada harapan

546. Pergi mancing umpannya udang
Dapatnya ikan gurami
Foto di kamar dipandang-pandang
Puaslah sudah rasa di hati

547. Malam purnama teranglah alam
Sayang awan jadi penghalang
Menjalin cinta sampai mendalam
Dunia akhirat akan terkenang

548. Nonton sinetron di televisi
Pemainnya Mariam Belina
Kasih pergi jangan tangisi
Cari saja penggantinya

549. Makan mie pakai ketupat
Jangan lupa campur telur
Cari pacar lama tak dapat
Pikiran bisa menjadi ngawur

550. Ke kebun petik pepaya
Pepaya masak bijinya hitam
Tidak belas melihat saya
Dari pagi hingga malam

551. Buah arab buah kurma
Makan satu tentulah manis
Tidak terbalas cinta hampa
Tentulah hati jadi menangis

552. Kayu jati kayu lapis
Pohon pinang tumbuh ketela
Siapa gerangan adik manis
Senyum simpul balik jendela

553. Bunga mawar mekar sekuncup
Kayu laris kayu jati
Mau  menyapa bibir terkatup
Ingin kenalan malu di hati

554. Buah kering buah samara
Tempat melilit batang rotan
Hati gundah karena asmara
Kelak bersatu moga suratan

555. Dalam telaga berenang itik
Itiknya itik angsa
Anak orang jangan diusik
Sebab akan permainkan rasa

556. Anak merpati tercabut bulu
Tercabut bulu susahlah terbang
Kalau abang jalan dahulu
Tunggu adik di pintu gerbang

557. Anak itik jumlahnya sepuluh
Mati dua disambar elang
Jika tuan tak sungguh-sungguh
Biar kupindah kelain orang

558. Beli kangkung satu ikat
Jangan lupa daun bayam
Pagi hari selalu teringat
Terbawa mimpi di waktu malam

559. Tuan Cina meramu obat
Daun jambu daun pepaya
Buat apa hasrat kuat
Kalau adik ada yang punya

560. Pergi ke kota naik kereta
Mampir dahulu membeli air
Sebab sudah lama bercinta
Nasib berjodoh tergantung takdir

561. Buat lemari pakailah papan
Papan dari kayu jati
Musnah sudah kini harapan
Kalau janji tak ditepati

562. Kemana terbang si burung punai
Ke tengah sawah mencari makan
Jangan suka berandai-andai
Nanti jadi kebiasaan

563. Kemana hendak membuat pedang
Tentulah cari pandai besi
Kepala pusing tiada kepalang
Abang pergi takkan kembali

564. Tangkap ikan pakailah pukat
Dapat seekor ikan gurami
Tanda cinta berilah pengikat
Untuk dipandang setiap hari

565. Buang salak buah manggis
Belinya  di tanah abang
Kalau rindu jangan menangis
Peluk guling pengganti abang

566. Potong padi pakailah sabit
Sabitnya patah terbagi dua
Hati siapa tak akan sakit
Melihat abang jalan berdua

567. Hendak ke pesta pakai belabas
Warnanya kuning bersinara-sinar
Kalau cinta sudah terbalas
Bola mata berbinar-binar

568. Mencari ikan di pinggir sungai
Sambil duduk di atas batu
Kalau baik sifat perangai
Kemana-mana banyak yang bantu

569. Sungguh enak masakan padang
Ayam balado sayur nangka
Sungguh elok paras dipandang
Jatuh hati tiada disangka

570. Larilah tikus ke dalam hutan
Karena takut burung kasuari
Sungguh sedih sungguh kasihan
Hendak dipinang tapi tak jadi

571. Kain halus kain sutera
Sutera dari pekalongan
Kalau cinta harus piara
Jangan sampai terlepaskan

572. Ikan lele disangka belut
Hendak ditangkap pakai jala
Dalam hati ada kemelut
Melihat abang makin gaya

573. Onde-onde isinya gula
Rasanya enak kelapa sebiji
Orang tua orang muda
Sama-sama suka dipuji

574. Bulan terang tentu purnama
Langit cerah penuh bintang
Tiada bersua terasa lama
Membuat hati menjadi bimbang

575. Kayu bakar arangnya banyak
Cocok untuk membakar ikan
Siang malam tidur tak nyenyak
Ingat paras cantik menawan

576. Bantal guling di balik selimut
Hendak dijemur di siang hari
Adik manis sangatlah imut
Kapan lagi datang kemari

577. Dewa cinta dewa Arjuna
Busur panahnya sangatlah lihai
Rasa sesal tiada guna
Kalau semua sudah terjadi

578. Dalam sungai banyaklah ikan
Ikannya ikan gabus
Hilang nyawa dari badan
Rasa cinta tak akan pupus

579. Anak kucing berburu tikus
Tikus lari ke dalam lubang
Makan tak enak jadinya kurus
Sebab adik kian terkenang

580. Hujan turun basahi bumi
Tanah tandus jadi subur
Cinta datang sirami hati
Rindu terbalas hati bersukur

581. Makan pare rasanya pahit
Cepatlah tumis campur kelapa
Walau hidup terasa sulit
Kalau berdua tetap bahagia

582. Kencang larinya anak rusa
Hinggap berteduh di bawah randu
Walau dunia rusak binasa
Adik seorang yang aku rindu

583. Anak Melayu dandannya rapi
Hendak berkunjung ke pengajian
Kala malam kian sepi
Adik juga dalam ingatan

584. Ambil rebana mainkan lagu
Lagu qasidah lagu gambus
Jangan bimbang jangan ragu
Cinta suci tak akan pupus

585. Tanam pisang di tengah ladang
Masak sebiji dimakan kera
Sebab hati sedang riang
Hati senang berbunga-bunga

586. Bakar ayam dipanggang saja
Jangan bakar di atas api
Punya orang dipandang saja
Mau diganggu tiada berani

587. Anak raja bermain pedang
Bermain pedang di atas tandu
Sejak mata beradu pandang
Siang malam hati merindu

588. Pohon nyiur di tepi pantai
Daun melambai ditiup angin
Gadis manis melangkah gontai
Enggan menyapa di hati ingin

589. Anak sapi mati tertambat
Mati tertambat dipohon pinang
Jangan abang datang terlambat
Nanti aku diambil orang

590. Anak itik pandai berenang
Hendak menyeberang naik perahu
Siang malam terkenang-kenang
Dalam hati teringat selalu

591. Kue serabi bentuknya bulat
Kue dadar bentuknya panjang
Dalam hati sudah tersirat
akan bersama susah dan senang

592. Pantai losari di kota Makassar
Ombak bergulung berlari-larian
Kalau kamu tidak nyasar
Temui aku di pelaminan

593. Hendak merokok carilah api
Sayang api tak mau menyala
Kurus kering memendam hati
Sayang adik ada yang punya

594. Anak Melayu anak pangeran
Pergi berburu ke dalam rimba
Dalam hati menjadi heran
Siapa dia yang cantik rupa

595. Asik menari tari lilin
Musiknya riang pakai gitar
Dalam hati bagai dipilin
Jantung jadi berdebar-debar

596. Batu permata batu berlian
Baru diimpor dari Belanda
Tabur cinta hingga jadian
Rasa bahagia datang melanda


597. Putri keraton anak raja
Pergi ke pasar membeli kain
Kasih pergi biarkan saja
Segera saja cari yang lain

598. Cincin permata warnanya merah
Melingkar manis tanda ikatan
Kalau kasih orangnya pemarah
Kalau putus tak ada lanjutan

599. Anak merak mati tertembak
Kena busur anak pemburu
Hendak bertindak pikir sejenak
Jangan sampai terburu-buru

600. Hendak bertanya kemana bulan
Ketika malam gelap gulita
Cinta abang bukan bualan
Bagai siang penuh cahaya
601. Bunga melati di atas kepala
Hendak berkunjung ke pengantin
Jika tak sayang jangan dikata
Agar tak ada luka di batin

602. Anak ikan dalam telaga
Bersembunyi di dalam lumpur
Jika hati gundah gulana
Terasa bagai di medan tempur

603. Jauh merantau ke tanah Bugis
Teringat adik dalam hayalan
Pria tampan yang berkumis
Bolehkah kita berkenalan

604. Pohon pinang tinggi menjulang
Terlihat buah banyak sekali
Mengapa jodoh tak kunjung datang
Usia kini semakin tinggi

605. Anak menjangan di tengah padang
Asik merumput seorang diri
Kalau bukan karena abang
Kini aku tak akan sendiri

606. Anak nelayan kulitnya hitam
Pulang berlayar membawa tuna
Jangan suka naik pitam
Naik pitam tak ada guna

607. Gugur sekuntum bunga melati
Benalu tumbuh dekat pagar
Sebab ada rasa di hati
Tiap jumpa jantung berdebar

608. Tersenyum juga si anak kucing
Ketika pagi telah tiba
Terhibur juga kepala pusing
Karena kasih sudah ada

609. Makan petai dicampur lada
Jangan lupa pakai terasi
Titip harapan untuk kakanda
Biarkan aku selalu disisi

610. Pisang kepok pisang batu
Tumbuh subur dalam hutan
Punya kasih cukuplah satu
Asal setia tetap bertahan

611. Hendak mandi dalam telaga
Airnya biru sangat jernih
Hati siapa tak akan iba
Gadis melamun hatinya sedih

612. Anak berpayung dari Belanda
Payung terbang ke atas awan
Kalau cinta sudah melanda
Takkan ada yang dapat melawan

613. Daun sirih dalam gangsa
Ambil selembar campur pinang
Dalam hati sungguh merasa
Abang kan datang untuk meminang

614. Lintah memang tiada mata
Anak gajah tiada gading
Sudah janji seia sekata
Di pelaminan kita bersanding

615. Anak Cina gemar memancing
Langit biru tertutup awan
Sungguh serasi kita bersanding
Satu bujang satu perawan

616. Belalang sembah di batang temu
Kura-kura lari tergopoh
Ujung jalan kita bertemu
Ujung takdir kita berjodoh

617. Buah kelapa isinya kosong
Pohon jati berjejer lima
Jangan nilai hanya di kantong
Nilai di hati lebih utama

618. Dalam kali isinya buaya
Dalam kubangan isnya jentik
Dalam hati bertanya-tanya
Apa arti senyuman adik

619. Pedang samurai dikeramatkan
Pedang pusaka pedang sebilah
Kalau sayang abang buktikan
Jangan hanya bersilat lidah

620. Ada kumbang menghisap madu
Anak macan beranak dua
Ada apa di balik rindu
Ada rasa ingin bersua

621. Batu akik batu permata
Kumbang janti kumbang madu
Sapu tangan tanda mata
Obat penawar dikala rindu

622. Atas batu tumbuh benalu
Batu karang terjepit gurita
Sewindu kini sudah berlalu
Tiada kabar tiada berita

623. Anak ayam dalam belukar
Lepas nener dalam selokan
Bukan materi yang adik kejar
Diri abang yang adik inginkan

624. Terong Cina terong Belanda
Krakatau tinggi menjulang
Kalau rindu sedang melanda
Pada purnama beradu pandang

625. Anak rusa terkena panah
Anak kijang terlilit cemeti
Tercatat sudah dalam sejarah
Cinta sejati dibawa mati

626. Tanam semangka dalam jambangan
Air mawar dalam dulang
Kalau sudah garis tangan
Takkan ada jadi penghalang






****************************************************************************** 
IV.  Pantun Nasihat
Nasihat merupakan ajaran atau pelajaran baik, anjuran, petunjuk, peringatan atau teguran yang baik untuk dilakukan. Nasihat biasanya dilakukan oleh orang tua yang ditujukan kepada para anak muda atau kerabat. Begitu pula dalam pantun nasihat. Pantun ini berisi nasihat atau petuah yang diharpkan bermanfaat. Berikut contoh yang termasuk ke dalam pantun nasihat.


627. Melilit sudah dahan camar
Melilit di batang talas
Siapa anak rajin belajar
Kelak akan menjadi cerdas

628. Bilakan tumbuh padi di huma
Petiklah padi di seberang
Mari jauhi kata percuma
Agar hidup menjadi senang

629. Burung nuri hinggap di dahan
Anak gembala memakai sandal
Hendak bertindak baiknya perlahan
Pakai akal takkan menyesal

630. Pagi hari meminum jamu
Jamu dari temu lawak
Marilah kawan menuntut ilmu
Kalau ingin hidupmu enak

631. Tanam buah tanamlah manggis
Manggis tumbuh di tepi jambangan
Kasih ibu tiada habis
Sampai mati jadi kenangan

632. Daun labu bentuknya bulat
Tempat hinggap anak belalang
Kalau hati pikirnya sehat
Hidup ditempuh hati senang

633. Ikan  bandeng ikan tenggiri
Udang kupas kulitnya dulu
Pelihara iman jagalah diri
Segala laku pikir dahulu

634. Gunung tinggi berkelok-kelok
Hendak di daki para pemburu
Budi baik pastilah elok
Akan baik jika ditiru

635. Pohon tua pohon keramat
Tumbuh tinggi di tepi kuburan
Jika ingin hidup selamat
Jalankan perintah jauhi larangan

636. Daun obat daun dewa
Ramuan dari negri arab
Jika tak ingin alami kecewa
Jauhi sikap tidak beradab
637. Anak kucing anak berang-berang
Hendak berjemur di rawa-rawa
Jangan termakan hasutan orang
Kelak hati tak akan kecewa

638. Buah nangka buah pisang
Nangka mati karena benalu
Janganlah kamu suka berhutang
Jika tak ingin ditagih melulu

639. Makan coto pakai jeroan
Jangan lupa pakai kemiri
Kalau bicara tidak karuan
Kelak akan menyesal sendiri

640. Putri raja memakai anting
Anting dari emas berlian
Kalau ingin jadi orang penting
Kerja keras jadi pilihan

641. Anak ayam disambar elang
Elang hinggap di pohon langsat
Kalau malam jangan begadang
Jika ingin hidupmu sehat

642. Jari jempol tertusuk kail
Keluar darah rasanya perih
Orang berilmu akan berhasil
Dari kecil belajar gigih

643. Bukit tandus bukit gersang
Tempat tumbuh pohon meranti
Siapkan diri dari sekarang
Agar tidak menyesal nanti

644. Anak raja berlatih pedang
Pedang disimpan dalam lemari
Hati senang bukan kepalang
Badan sakit sehat  kembali

645. Kuda liar kuda perang
Lari kencang tanpa kendali
Jika senja sambutlah petang
Sosngsong mentari datang kembali

646. Rumput laut batu karang
Berdiri tegak kokoh sekali
Lain dulu lain sekarang
Masa  lalu takkan kembali

647. Kuda jantan larinya kencang
Bannya roda pedati
Tutur sapa jangan sembarang
Supaya hidup selalu diberkati

648. Beli ketan di tanah seberang
Masak ketan dalam kuali
Dalam hidup janganlah bingung
Karena hidup hanya sekali

649. Anak kelinci makannya kangkung
Kangkung dipetik di rawa-rawa
Anak manis janganlah bingung
 Mari menari sambil tertawa

650. Anak jerapa badannya jangkung
Asik merumput di rawa-rawa
Sedari kecil rajin menabung
Sampai besar terbawa-bawa

651. Putri raja memakai kalung
kalung dari Ambarawa
Malas makan badannya jangkung
Orang  lihat jadi tertawa

652. Burung nuri terbang ke gunung
Hinggap di dahan pohon jati
Sungguh senang sungguh beruntung
Dapat teman-teman sejati

653. Hewan apa memakai cangkang
Kalau bukan kepiting dan siput
Kalau ingin kulitmu kencang
Jangan begadang hingga larut

654. Mata pancing mata kail
Batu alam batu serpih
Pakaian  rapi janganlah dekil
Biar selalu tapak bersih

655. Cendawan tumbuh dalam kastil
Putri raja menangis sedih
Biasakan diri sedari kecil
Hidup sehat hidup bersih

656. Jari jempol tertusuk kail
Keluar darah rasanya perih
Walau anak masih kecil
Ikhlas beramal tanpa pamrih

657. Anak sekolah pergi berkemah
Berbaris lurus berjejer empat
Rajin kerjakan pekerjaan rumah
Nilai yang tinggi siap didapat

658. Anak pangeran membawa panah
Anak panah jumlahnya empat
Jadilah selalu orang yang ramah
Banyak teman banyak manfaat

659. Pohon limau di tepi lembah
Baris lurus berjejer empat
Hidup ini sangatlah indah
Mari lalui penuh semangat

660. Buah pala buah rempah
Tumbuh subur di atas bukit
Kalau hanya pikirkan rupiah
Susah sedekah hidupnya pelit

661. Hewan langka jadinya punah
Badan gemuk maknannya rumput
Hidup ini tidaklah murah
Sayangi sesama selagi sempat

662. Angin kencang angin puyuh
Pohon tumbang jumlahnya empat
Badan kurus wajah lusuh
Mau sehat minumlah obat

663. Anak menjangan di atas pohon
Atas pohon buahnya lebat
Kepada Tuhan kita memohon
Hidup selamat dunia akherat

664. Anak menjangan di dalam hutan
Hutan subur pohonnya lebat
Cobalah contoh sinar rembulan
Memberi terang di malam pekat

665. Anak menjangan di dalam hutan
Hutan subur pohonnya lebat
Jangan takut  kegelapan
Berani diri biar hebat

666. Sungai Kapuas batunya cadas
Sungai Kapuas airnya jernih
Kalau hidup janganlah malas
Supaya hidup tak seperti buih

667. Pohon beringin tumbuh meranggas
Sungai Kapuas airnya jernih
Jadi anak haruslah cerdas
Supaya hidup tidak bersedih

668. Masak kacang campur mangga
Makan lahap atas tikar
Hati siapa tak akan bangga
Melihat anak giat belajar

669. Buah bergetah buah nangka
Makan bersama di atas tikar
Anak remaja harapan bangsa
Hidup semangat jalankan ikrar

670. Anak kiai membaca mantra
Duduk tafakur memegang tasbih
Kalau belum jadi juara
Jangan putus asah dan bersedih

671. Ratu cantik Cleopatra
Intan berlian jadi mahkota
Wahai kawan sayangi saudara
Tempat kita berbagi rasa

672. Musafir jalan menuju utara
Duduk tafakur memegang tasbih
Hidup ini memang mengembara
Hingga kembali pada Sang Pengasih

673. Anak keraton hendak berlibur
Masuk desa naik kereta
Rakyat Indonesia makin bersukur
Pendidikan mulai merata

674. Jalan-jalan ke kota Blitar
Pulang ke desa naik kereta
Anak rajin anak yang pintar
Setiap waktu rajin membaca

675. Anak tupai di atas nyiur
Dikerat-kerat buah kelapa
Hati riang selalu terhibur
Dengarkan ibu selalu bercerita

676. Anak Cina masak di dapur
Masak ikan dicampur lada
Kerjakan tugas jangan diulur
Hingga selesai pada waktunya

677. Sungguh lunak ubur-ubur
Jatuh tersangkut di dalam jala
Hati riang selalu bersyukur
Jalani hidup penuh bahagia

678. Perahu kecil terus melaju
Penumpang turun  jumlahnya lima
Mari sisingkan lengan baju
Negeri kita bangun bersama

679. Makan nasi dari beras
Nasi mentah matangnya lambat
Siapa rajin kerjakan tugas
Kalau ulangan pasti selamat

680. Bunga melati tumbuh di taman
Melati mekar bunga merekah
Jangan menyontek dalam ulangan
Agar ilmu menjadi berkah

681. Bunga Melati dipetik jangan
Melati mekar bunga merekah
Kalau bertemu berjabat tangan
Hingga terhapus segala salah

682. Anak rusa anak menjangan
Dalam kawanan jadi terpisah
Mari saudara lupakan kenangan
Agar hati tiada gelisah

683. Bunga Melati dalam jambangan
Melati mekar bunga merekah
Buang sampah jangan sembarangan
Agar bersih dari segala sampah

684. Berburu Rusa di dalam hutan
Rusa didapat bulunya hitam
Mari berdoa kepada Tuhan
Jauhkan dari hidup suram

685. Berburu rusa  dalam hutan
Rusa didapat bulunya hitam
Jika bertemu guru di jalan
Jangan lupa ucapkan salam

686. Kayu meranti bercabang dua
Dibuat dinding rumah kayu
Jaga diri sebelum tua
Jangan sampai terlihat layu

687. Di mana pula sembunyi siput
Kalau bukan di dalam cangkang
Orang jahil suka menyikut
Asal hidupnya jadi senang

688. Hewan bertulang namanya kepiting
Masaknya masak kari
Sebab uang membuat pusing
Sampai banyak yang lupa diri

689. Karena kemarau turunlah hujan
Hujan turun disertai Guntur
Sebab suka mengumbar rayuan
Rasa cinta menjadi luntur

690. Makan sambal dicampur mangga
Petesnya pakai terasi
Anak sekolah kini berbangga
Punya karya punya prestasi

691. Daun jambu daun obat
Jambunya jambu klutuk
Kurang bicara banyak berbuat
Keberhasilan menanti kelak

692. Anjing gila karena rabies
Kalau terkena jangan ditunggu
Jangan mau alami stres
Agar kesehatan tidak terganggu

693. Makan jagung buang bongkolnya
Jagung pulut rasanya lembek
Anak cengeng banyak maunya
Tak diturut jadinya ngambek

694. Minum teh warnanya merah
Kalau dipetik bawa keranjang
Anak lelaki matanya merah
Tiap malam suka begadang

695. Pohon jati berlapis-lapis
Mati satu masih ada
Nonton tivi jadi meringis
Penembakan dimana-mana

696. Pohon pinus batangnya panjang
Tumbuhnya di tempat dingin
Setiap orang merasa bingung
Banyak masalah tertiup angin

697. Beras merah beras tagi
Beras menir beras recak
Teruskan sekolah ke perguruan tinggi
Agar menjadi kebanggaan kelak

698. Petik mangga di pinggir jalan
Lalu  bawah pulang ke rumah
Walau sedikit uang jajan
Bukan hambatan tetap sekolah

699. Kalau berjalan di atas bukit
Bukitnya subur banyak pohonnya
Menuntut ilmu memang sulit
Karena banyak rintangannya

700. Anak kodok dalam rakit
Rakit dari daun pepaya
Jaga sehat janganlah sakit
Kalau sakit banyak susahnya

701. Bunga seroja di pinggir kanal
Bunganya indah dipandang mata
Cari rezki cari yang halal
Jangan hanya banyak semata

702. Musim hujan tak tentu cuaca
Hujan turun biji berkecambah
Mari tanamkan budaya baca
Supaya ilmu kian bertambah
703. Musim hujan air melimpah
Genangi sawah dan perumahan
Hati tenang tiada gundah
Melihat bunga di pekarangan

704. Hujan di hulu airnya naik
Di atas daun air bercucuran
Dengarkan guru baik- baik
Kalau sedang menerangkan

705. Ikan bolu dalam empang
Kalau ditangkap pakailah jala
Berbuat baik tentulah gampang
Kalau sudah terbiasa

706. Buah duren buah rambutan
Kalau makan buang kulitnya
Jangan pernah ikut tawuran
Tawuran tak ada manfaatnya

707. Perahu layar pakai sekoci
Berlayar hingga ke benua
Dalam hati buanglah benci
Rasa benci tiada berguna

708. Pagi hari minum jamu
Jamu diminum depan cermin
Dari kecil menuntut ilmu
Besar nanti menjadi pemimpin

709. Sandal jepit warnanya ungu
Dipakai di dalam rumah
Anak manis tidaklah dungu
Wajah cantik orangnya ramah

710. Anak raja pergi berburu
Bawa panah jumlahnya dua
Sopanlah selalu kepada guru
Guru pengganti orang tua

711. Kain tenun kain songket
Pakainya diacara tunangan
Jangan suka membuat kaget
Kaget bisa jadi jantungan

712. Simpan uang di dalam peti
Uang di ambil membeli pala
Bertutur kata pakailah hati
Kelak nanti dapat pahala

713. Lampu kuning lampu hijau
Adanya di jalan raya
Anak gembala membuka baju
Sambil berdendang lagu ria

714. Minum kopi di pagi hari
Minum air di dalam termos
Dalam hati heran sendiri
Mengapa banyak anak membolos

715. Daun pandan pinggir berduri
Tumbuhnya di rawa-rawa
Janganlah kamu suka mencuri
Kalau tak mau bahan tertawa

716. Buah duren buah berduri
Daun pisang ambil selepah
Dari kecil biasaka diri
Hidup hemat rajin sedekah

717. Buah bulat buah kelengkeng
Banyak dijual di pinggir jalan
Kalau tak mau kena kengkreng
Taatlah kamu pada aturan

718. Naik dokar duduk di depan
Melihat kuda larinya kencang
Kejarlah kini masa depan
Kalau ingin hidup tenang

719. Daun kapas warnanya hijau
Tumbuh subur di pekarangan
Hati ini dilanda risau
Karena besok akan ulangan

720. Angin gunung menuju ke laut
Laut tenang tiada ombak
Kalau hati sedang kalut
Baca buku jadilah enak

721. Kursi goyang kursi empuk
Enak dipakai dikala lelah
Kalau badan terlalu capek
Biar berjalan sangatlah susah

722. Lihatlah lihat pohon salak
Warnanya hitam penuh duri
Jadi orang janganlah galak
Kalau tak mau dijauhi

723. Anak kucing mengeong-ngeong
Perutnya lapar mencari mangsa
Aku jadi terbengong-bengong
Terpeleset tiada terasa

724. Hujan turun sangatlah deras
Hingga kini basah semua
Ibu masak masaknya beras
Untuk dimakan bersama-sama

725. Musim hujan datanglah kini
Jangan lupa sedia mantel
Taatlah orang tua sejak dini
Jangan nakal jangan bandel

726. Kupu-kupu terbang di  taman
Mencari bunga mencari nectar
Jangan pergi sebelum  salaman
Jadilah kamu anak yang pintar

727. Cacing putih cacing susu
Jadi umpan si ikan emas
Kalau rajin meminum susu
Badan sehat pikiran cerdas

728. Membuat pagar dari bambu
Bambunya dari hutan belukar
Jika sedang mati lampu
Susah bergerak susah belajar

729. Biji serabut biji kedondong
Dimakan satu anak rubahssss
Lestarilah budaya gotong royong
Walau zaman telah berubah

730. Es buah dari buah blewah
Makannya disiang hari
Para petani turun ke sawah
Saatnya menanam padi

731. Jeruk kecil jeruk purut
Tanamnya di tepi jalan
Sejak kecil jadi penurut
Musuh jauh banyaklah teman

732. Buah kedondong buah langsat
Kalau dimakan kupas kulitnya
Masakan enak masakan lezat
Kalau makan enak rasanya

733. Ular Sanca tubuhnya panjang
Bersembunyi di dalam pasir
Anak gadis berambut panjang
Parasnya cantik banyak yang naksir

734. Daun kemangi baunya wangi
Di campur dengan sayur bening
Adik manis baunya wangi
Kalau lewat suasana hening

735. Masak belimbing dicampur teri
Belimbingnya belimbing wuluh
Anak pintar pandai menari
Rajin belajar tanpa disuruh

736. Buah nangka buah cempedak
Tumbuhnya banyak di kampung
Hati-hati kalau memasak
Jangan sampai masakan gosong

737. Buah nangka buah cempedak
Kulitnya tidaklah rata
Kalau tak ingin makan tersedak
Makannya jangan berbicara

738. Buah nangka buah cempedak
Kalau dimakan cuci dahulu
Kalau kita punya kehendak
Belum tercapai berdoalah dulu

739. Belut berlumpur matanya buta
Merayap pelan tenaga punah
Walau sudah bergelimang harta
Ingatlah slalu kaum yang lemah

740. Daun sirih dicampur kapur
Dipakai dipesujian
Jangan sombong jangan takabur
Walau banyak mendapat pujian

741. Daun sirih dicampur kapur
Dipakai dipesujian
Jangan suka bermain lumpur
Kalau tak ingin penyakitan

742. Daun kacang dicampur jamur
Makannya dengan ketupat
Kalau ingin hidup makmur
Rajin bekerja pintar berhemat

743. Main musik main kecapi
Kecapi talinya putus
Jangan sedih jangan ratapi
Masa lalu biarlah pupus

744. Anak beruk makannya pisang
Pisangnya pisang raja
Banyak masalah tentulah pusing
Jangan sampai berputus asa

745. Buka puasa makan kurma
Kurma jatuh terkena lumpur
Ayo kita bangun bersama
Negeri ini negeri makmur

746. Asik bermain menutup mata
Anak lelaki bermain gasing
Jangan biarkan budaya kita
Dinonadai oleh bangsa asing

747. Ikan dibakar di atas tungku
Asap mengepul masuk di mata
Lihatlah kini wahai kawanku
Negeri dibangun makin merata

748. Makan keripik campur kenari
Kenari pedas mata memerah
Negeri ini kaya budaya tari
Kumpulan dari tari daerah

749. Bunga Dahlia di dalam taman
Kumbang menari mengitari
Mari kita jaga perdamaian
Dalam hidup sehari- hari

750. Muka lesuh kurang ceria
Badan meriang minumlah obat
Mari tunjukkan pada dunia
Kita bangsa yang bertabat

751. Sungguh elok si burung dara
Terbang rendah kaki terkilir
Jagalah selalu dasar negara
Hingga tetes darah terakhir

752. Hujan turun bercampur debu
Jatuh menetes basahi tanah
Bangun negeri semangat menggebu
Tanpa keluh tanpa kesah

753. Kerang kecil berlari- lari
Sembunyi di air tak kelihatan
Wahai pemimpin sadarilah diri
Pegang  amanah yang telah diemban

754. Buah cempedak buah nangka
Masaknya dicampur rebung
Kadang kita tiada menyangka
Pintar bahasa pandai berhitung

755. Sapulah sapu ruang yang kotor
Sapu dipegang erat- erat
Mari bersama adili koruptor
Para perampok uang rakyat

756. Tari Saman dari tanah Rencong
Tari kecak dari Bali
Tetaplah lestarikan gotong royong
Agar identitas bangsa tetap lestari

757. Makan duren di siang hari
Durennya manis duren mentong
Kalau rajin berlari pagi
Badan sehat kulit kencang

758. Gembala berteduh buka dada
Nikmati angin yang berhembus
Nasib bangsa di tangan pemuda
Karena mereka generasi penerus

759. Musim hujan tibalah kini
Mekar sudah bunga Akasia
Para pemuda bangkitlah kini
Bangun bangsa  Indonesia

760. Sungguh manis rasanya gula
Jangan dimakan dengan beras
Ahlak mulia cantik pula
Bekerja keras janganlah malas

761. Berkelip lampu si kunang-kunang
Terlihat jelas di malam hari
Hati senang hatiku girang
Badan sehat setiap hari

762. Nasi uduk enak rasanya
Dimakan dengan sambal terasi
Hujan turun sangat derasnya
Membuat tanah terbasahi

763. Kayu terbakar warnanya merah
Arang ditiup pakai tempurung
Hati siapa takkan gelisah
Melihat ibu duduknya murung

764. Pergi ke pasar beli sepatu
Cari sepatu berhak tinggi
Walau jauh di negeri rantau
Jangan lupa kampong sendiri

765. Kicau burung di atas ranting
Terbang rendah menuju ngarai
Setiap orang sangatlah penting
Mari saling menghargai

766. Kicau burung di atas ranting
Terbang rendah menuju ngarai
Kalau hati tak mau kering
Kalau mengaji tenanglah pasti

767. Melajulah perahu ke tujuan
Jangan lupa nakhodanya
Tuntutlah ilmu jangan bosan
Karena ilmu besar manfaatnya

768. Abang kumis memakai sandal
Perut kenyang tidurnya pulas
Adik menangis penuh sesal
Karena tidak naik kelas

769. Manis rasanya gula aren
Kena hujan rasanya hambar
Untuk apa tampang keren
Kalau uang selalu dihambur

770. Udara dingin pakailah baju
Bakarlah api supaya hangat
Kasih ibu sepanjang waktu
Bahkan sampai ke liang lahat

771. Udara dingin pakailah baju
Bakarlah api supaya hangat
Kalau ingin prestasi maju
Belajarlah selalu dengan giat

772. Udara dingin pakailah baju
Bakarlah api supaya hangat
Hati dingin bagai salju
Melihat dirimu hilang semangat

773. Angin dingin  pancaroba
Kena badan gemetar jadinya
Jangan coba memakai narkoba
Karena bisa gila jadinya

774. Kuda liar berlari kencang
Lari kencang menuju bukit
 jagalah sehat dari sekarang
Jangan sampai menanggung sakit

775. Kuda liar berlari kencang
Singgah juga di padang rumput
Rawatlah wajah dari sekarang
Jangan biarkan menjadi keriput

776. Kuda liar baik susunya
Minumnya  di pagi hari
Orang bijak banyak temannya
Kemana-mana selalu dikenali

777. Kuda hitam kakinya belang
Kalau lari kenacang sekali
Kalau beramal jangan dibilang
Supaya tidak berbangga diri

778. Makan siput dicampur sosis
Sosis pedas warnanya merah
Kalau memandang janganlah sinis
Jangan sampai dikira marah

779. Makan siput dicampur sosis
Sosisnya pedas warnanya merah
Anak sekolah berbuat narsis
Orang tua menjadi gelisah

780. Hukum hutan hukum rimba
Siap kuat siapa menang
Hati ini menjadi iba
Bocah di jalan tidur telentang

781. Bangau berenang disangka itik
Itik berenang menuju pantai
Kalau berfikir pakailah taktik
Jangan sampai menyesal nanti

782. Bangau putih terbang ke pulau
Jauh hingga ke pulau seberang
Hati heran semakin galau
Kalau melihat jaman sekarang

783. Bunga asoka warnanya merah
Mekarnya dinanti kumbang
Jauhkanlah selalu sifat pemarah
Supaya disenangi setiap orang

784. Terang bulan enaknya begadang
Begadang duduk di tepi telaga
Kalau kita rajin sembahyang
Matinya dirindui surga

785. Terang bulan cuaca cerah
Menatap langit melihat bintang
Hilang sudah rasa gelisah
Melihat ibu sudah datang

786. Anak burung di dalam sangkar
Menanti ibu datang mendekat
Agar ulangan tidaklah sukar
Belajarlah selalu dengan giat

787. Kodok hijau berlari- larian
karena takut dimakan ular
Mari selamatkan tanah dan hutan
Dari para penebang liar

788. Kodok hijau berlari-lari
Karen takut dimakan ular
Potonglah pohon pakai gergaji
Jangan dirusak dengan dibakar

789. Kodok hijau berlari-lari
Karena takut dimakan ular
Jagalah alam sejak dini
Udara bersih tidaklah sukar

790. Kodok hijau berlari-lari
Karena takut dimakan ular
Mari saudara sadarkan diri
Kita  jaga hutan belukar

791. Sungguh enak rasanya semangka
Sama enaknya buah rambutan
Siapa menduga siapa menyangka
Banjir terjadi menelan korban

792. Sungguh enak rasa  durian
Durian dikupas kuning warnanya
Mari kita lestarikan hutan
Hutan dijaga lestari jadinya

793. Jangan takut makan durian
Durian dikupas banyak durinya
Yakinlah kita akan kerugian
Jika hutan habis pohonnya

794. Jangan takut makan durian
Durian dikupas banyak durinya
Dalam hidup jangan sendirian
Sendirian banyak sepihnya

795. Rawarawabanyakikannya
Ikannya lari diburu bangau
Gunung tinggi banyak pohonnya
Pohonnya rimbun daunnya hijau

796. Batu karang berdiri miring
Dihantam air terkena lumpur
Tanam pohon di tanah kering
Supaya kelak menjadi gembur

797. Batu kerikil ditumbuhi lumut
Warnanya hijau baunya amis
Kalau gunung tidak berumput
Tanahnya akan cepat terkikis

798. Makan talas campur pisang
Pisangnya pisang Ambon
Jika hutan ditebang sembarang
habislah semua pohon-pohon

799. Bunyi beduk berdentang dentang
Hari lebaran memakai kopiah
Sungguh elok laut dipandang
Airnya jernih tiada sampah

800. Ikan lele kumisnya panjang
Kalau dipegang akan bahaya
Hari esok akan cemerlang
Kalau pandai menjaga bencana

801. Ombak putih bergulung di pantai
Elok nian pantai Kuta
semua bencana yang terjadi
hendaknya membuka mata hati kita

802. Buah belimbing dicampur daging
Enak dimakan di musim hujan
Kalau tanah menjadi kering
Palawija tak akan dihasilkan

803. Jauh nian pasar Cikini
Jalan-jalan ke pasar malam
Dari dahulu hingga kini
Hidup kita tergantung alam

804. Buih putih berkejar kejaran
Dayung sampan jauh ke tengah
Sungguh damai di pegunungan
Dari puncak hingga ke lembah

805. Baju dipintal dari benang
Baju disimpan dalam lemari
Hati riang amatlah senang
Datang ke desa yang masih asri

806. Bunga merah kembang kertas
Bunga ditiup angin semilir
Sungai jernih mengalir deras
Dari hulu hingga ke hilir

807. Jalan-jalan ke kota Tumohon
Pergi ke laut melihat ubur-ubur
Petani riang menanam pohon
Pohonnya rindang juga subur

808. Buah pare dicampur teri
Ikan dimasak pakai kuah
Hati sedih tiada terperi
Melihat sungai digenangi sampah

809. Beli baju di tanah Abang
         Baju sobek ditusuk peniti
Jaga alam dari sekarang
Untuk para generasi nanti

810. Gading putih beruas ruas
Gading dibeli di tanah Keke
Padi menguning terhampar luas
Dari Sabang sampai Merauke

811. Rumah tua rumah angker
Rumah di bangun di bawah jembatan
Hutan pinus berjejer jejer
Tutupi alam pegunungan

812. Kalau hujan pakailah payung
Kalau berjalan pakailah sendal
Nelayan ke laut berduyung- duyung
Menangkap ikan untuk dijual

813. Kalau hujan pakailah payung
Kalau berjalan pakailah sendal
Lihatlah lihat ke atas gunung
Jauh memandang tidaklah soal

814. Sungguh elok warna pelangi
Warnanya ramai di atas langit
Aroma bunga baunya wangi
Membuat hati ingin menjerit

815. Sungguh elok warna pelangi
Warnanya ramai di atas langit
Walau hidup di hutan sunyi
Hati senang setiap saat

816. Sungguh elok  warna pelangi
Warnanya ramai di atas langit
Ayo kawan benahi diri
Jangan malas walau sedikit

817. Daun talas bentuknya lebar
Kalau hujan akan bergoyang
Meski kita selalu sabar
Jangan buang sampah sembarang

818. Burung beo warnanya putih
Kalau bicara lucu sekali
Lihatlah awan warnanya putih
Jika ditatap indah sekali

819. Jangan dikejar burung yang terbang
Biarkan hidup dengan aman
Jangan biarkan tanah yang gersang
Tanami segera pepohonan

820. Hujan turun di malam hari
Rintik-rintik bunyi di atap
Sampah bertumpuk di dalam kali
Membuat air jadi mengendap

821. Ramai orang bersorak-sorak
Menepuk gendang dengan rebana
Tak tampak lagi semak-semak
Dibabat orang hingga merana

822. Manis sungguh tebu seberang
Dari batang hingga ke pucuk
Hutan lebat jangan ditebang
Agar udara selalu sejuk

823. Orang kampong memintal kapas
Anak Cina berkancing tulang
Cobalah tengok laut lepas
Warnanya biru tiada terbilang

824. Sayang pisang tiada berjantung
Bunga keluar dari kelopak
Sungguh kita sangat beruntung
Hidup aman tanpa gejolak

825. Rumpun buluh dibuat pagar
Cempedak dikerat-kerati
Alam desa sangatlah segar
Susuri kampung pakai pedati

826. Tengah rembang panas teduh
Peluh di badan habis menetes
Alam rindang alam teduh
Mendengar air jatuh menetes

827. Bunga Akasia ditebang  rebah
Batangnya sudah bercendawan
Kalau ingin melihat sawah
Datanglah ke desa wahai kawan

828. Bunga Akasia ditebang rebah
Batangnya sudah bercendawan
Biar  hujan air melimpah
Asalkan tidak kebanjiran

829. Diatur dengan duri pandan
Gelombang besar membawanya
Mandi segar rasanya badan
Di air terjun tempat mandinya

830. Di mana padi takkan luluh
Padi basah tidak di jemur
Hati siapa takkan rusuh
Sampah bertumpuk tiada umur

831. Dari petani pulang ke Padang
Membawa unggas bulunya putih
Mata memandang hati senang
Air jernih air yang bersih

832. Daun manggis bertali-tali
Capa dikarang dengan ijuk
Tanamlah pohon berkali-kali
Sampai udara menjadi sejuk

833. Daun manggis bertali-tali
Capa dikarang dengan ijuk
Buang sampah jangan di kali
Agar tidak ada nyamuk

834. Emas urai dalam geleta
Kain kerudung koyak di bendi
Tebang pohon jangan membabi buta
Agar tiada bencana lagi

835. Elang terbang di tengah hari
Cenderwasih ekornya lebar
Betapa senang di dalam hati
Lalui alam udaranya segar

836. Jawi hitam tidak bertanduk
Memakan rumput di atas pematang
Tiada sengaja kepala tertunduk
Sambut petang segera datang

837. Kayu jati bertimba jalan
Turun angin patahlah ranting
Kalau hendak segarkan badan
Udara segar itu yang penting

838. Kayu jati bertimba jalan
Turun angin patahlah kini
Tentulah indah alam pegunungan
Mari dijaga agar lestari

839. Kelapa muda makan di taman
Tuan haji duduk sembahyang
Sungguh indah pulau idaman
lautnya luas jauh membentang

840. Bunga melati tumbuh di taman
Disari kumbang gugur mahkota
Kalau ingin jadi idaman
Mari menjaga tutur kata

841. Anak kodok dalam kubangan
Duduk termenung seorang diri
Banyak kenalan banyak teman
Kemana pergi tak akan sendiri

842. Mencari jarum hendak menyulam
Jarum jatuh dalam jerami
Jaga cakap bibir terbungkam
Salah cakap akan dimusuhi

843. Anak belibis mati terjerat
Mati terjerat di dalam sarang
Muka lesu muka pucat
Sebab malam banyak begadang

844. Pohon bambu tumbuh serumpun
Ambil satu buatlah tongkat
Banyak angan banyak melamun
Wajah ceria menjadi pucat

845. Kencang larinya anak harimau
Bulu tertancap  akar ilalang
Banyak angan banyak mau
Kepala pusing bukan kepalang

846. Bara api bara berasap
Bakar kayu kulit cemara
Jaga diri jangan berbalap
Sebab badan bisa celaka

847. Sayur asam rasanya campah
Tuang asam banyak segulung
Jangan suka mengucap sumpah
Banyak sumpah berat ditanggung

848. Anak campa memburu rusa
Rusa mati tercium bakung
Siapa pandai jaga rahasia
Banyak percaya banyak disanjung

849. Akar ilalang akar camau
Tuang satu jadi ramuan
Hati gundah hendak mengadu
Hendak mengadu tiada tumpuan

850. Bunga kaktus tengah gurun
Tempat semut duduk bersarang
Jangan suka duduk melamun
Banyak melamun pikiran melayang

851. Daun pandan panjang sejengkal
Ambil selembar buang durinya
Siapa senang membuat jengkel
Banyak susah tak ada temannya

852. Burung camar di atas karang
Lalu mati dihempas ombak
kalau malam jangan begadang
kalau siang tidaklah ngantuk

853. Temu lawak buatlah jamu
Kayu manis kayu cendana
Anak siapa tak kejar ilmu
Kelak tua akan merana

854. Anak katak kulitnya lembab
Asam rasanya buah salak
Dari kecil belajar adab
Sampai besar menjadi bijak

855. Batu cadas batu karang
Tempat hinggap burung camar
Latih diri dari sekarang
Tulus ikhlas juga sabar

856. Musik Arab musik gambus
Di tabuh tuan saat berbuka
Wajah kusam badan kurus
Sebab banyak menanggung duka

857. Anak raja memakai cincin
Cincin permata dari Persia
Dalam hati tentulah ingin
Banyak reski panjang usia

858. Tanam  limau di beranda
Buah delima warnanya merah
Rajin bekerja giat usaha
Pantang malas pantang menyerah

859. Harum baunya pohon cendana
Putih warnanya umbi talas
Walau sedih jangan merana
Mari belajar hidup ikhlas

860. Makan sate enak rasanya
Ambil kunir seruas jari
Banyak tersenyum cantik jadinya
Wajah jadi berseri-seri

861. Pohon jambu dimakan rayap
Sungguh lebat daun meranti
Ayah bunda sungguh berharap
Anak  besar sungguh berbakti

862. Anak katak dalam tempayang
Mencari makan diwaktu malam
Orang tua pusing kepalang
Duduk melamun sambil terdiam

863. Simpan jarum di bawah kasur
Mencari makan di pinggir kali
Kalau hidup tidak teratur
Banyak susah pusing sekali

864. Simpan jarum di bawah kasur
Jarumnya penuh karat
Usia tua usia usur
Usia muda banyak manfaat

865. Simpan jarum di bawah kasur
Jarum patah tiada ujung
Jauhi sombong juga takabur
Dicari orang untuk disanjung

866. Simpan jarum di bawah kasur
Jarum patah dalam lemari
Banyak sudah tingkah terlanjur
Mari sejenak renungi diri

867. Simpan jarum di bawah kasur
Jarum patah dalam lemari
Baik buruk janganlah kabur
Mari selalu kita sadari

868. Simpan jarum di bawah kasur
Kasurnya dari kapok randu
Tingkah buruk jangan tergiur
Amal baik selalu dirindu

869. Simpan jarum di bawah kasur
Kasurnya dari kapok randu
Apa daya apalah lacur
Kalau nasihat tidak dipandu

870. Buah kelapa jatuh sebiji
Jatuhnya di pematang
Mari kita tunaikan janji
Sebab janji adalah utang

871. Buah kelapa jatuh sebiji
Jatuhnya di pematang
Anak siapa pandai mengaji
Ayah ibu pastilah senang

872. Buah kelapa jatuh sebiji
Jatuhnya di pematang
Sungguh elok orang yang haji
Hati senang hidup tenang

873. Makan labu campur sukun
Jambu klutuk jadi obat
Mari belajar dengan tekun
Rajin membaca setiap saat

874. Makan labu campur sukun
Makannya di malam hari
Jangan suka percaya dukun
Supaya tidak menyesal nanti

875. Makan labu campur sukun
Makannya di malam hari
Wahai kawan hiduplah rukun
Susah senang kita sukuri

876. Makan labu campur sukun
Makannya di malam hari
Jangan suka duduk melamun
Banyak melamun kacaukan hati

877. Daun melinjo daun salam
Dalam kuali akan bertempat
Mari selalu ucapkan salam
Supaya kita jadi selamat

878. Daun melinjo dalam tungku
Tempat memasak ikan gabus
Mari kita gunakan waktu
Karena waktu hanya terbatas

879. Daun melinjo dalam tungku
Tempat memasak ikan gabus
Jangan suka duduk berpangku
Nanti badan menjadi kurus

880. Daun melinjo di atas batu
Tempat memasak ikan gabus
Mari kita saling membantu
Agar hidup menjadi lurus

881. Daun melinjo di atas batu
Tempat memasak ikan gabus
Selagi hidup aturlah waktu
Jangan sampai menjadi pupus

882. Daun melinjo dalam tungku
Tempat memasak ikan gabus
Mari menjaga tingkah laku
agar hidup menjadi lurus

883. Kencang larinya si anak domba
Larinya ke dalam hutan
Berbuat baik mari berlomba
Jangan mau ketinggalan

884. Kain sobek terkena alu
Tusuklah kain pakai peniti
Jangan sesali masa yang lalu
Masa mendatang sudah menanti

885. Manis rasanya duren Kalimantan
Makan duren buang kulitnya
Mari kita menjaga lisan
Luka lisan susah obatnya




Sitti Arah, lahir di Mandai, Kabupaten Maros Sulawesi Selatan pada tanggal 6 Mei 1976.Menyelesaikan S1 pada tahun 1999 di Fakultas Pendidikan  Bahasa dan Seni Universitas Negeri Makassar ini bertugas sebagai tenaga pengajar di SMP Negeri 6 Makassar. Menjadi seorang penulis adalah impiannya hingga saat ini. Aktif menulis buku sastra dan modul pembelajaran yang dipakai dalam lingkungan sendiri. Buku sastra dan modul pembelajaran yang pernah ditulisnya antara lain: Tembang Duka (Kumpulan Cerpen), Akar- akar Lapuk (101 Kumpulan Puisi) dan beberapa modul pembelajaran bahasa.