Puisi 5: Kemana

Puisi 5: Kemana

Waktu itu, genderang perjuangan ditabuh gemirincing
nada sendu terdengar mendayu
tangan, kaki, mata, otak jadi saksi bisu
akan nyanyian  perjuangan tanpa haru

Waktu terlewati tidaklah singkat
wajah dulu kukenang penuh arti,kini pucat
almamter yang dulu kokoh tampak pudar
kenangan pun berlalu di ujung dawat

Lukisan janji dalam angan
tertempel di dinding hati tak terhapus
gelak tawa belum hilang
rapi tersimpan dalam kenangan

Bawah akar gantung beringin
aku bisikan pada angin
wahai sang beringin
tunggu…tunggulah aku
yang akan sepertimu
tegap, rindang, menjulang tanpa tanding.