Puisi 2: Terhempas Aku
Siang tusuk aspal
ketika roda melaju kesal
daki jarak terjal
taklukkan jalan berbatu
gundah rejam lidah kelu
terpuruk di seret waktu
gerah, sesak nafasku
Takluk dalam pasrah
hati buncah resah
desakan dalam peluh
getar berontak, ah nasib
terlempar terasing
himpit jiwaku kini, hilang
gapai tangan usir penghalang
Hati sekarat, gelisah mengusik
saat angin panas berbisik
bakar hamparan hati
tersentak usir mimpi
senyum bersambut kini
ketika gerimis telan sepi
Sambut mentari pagi
Oleh Sitti Arah
