Puisi 4: Padamu Negeriku

Padamu Negeriku

Sejuta wajah rentah pengabdian
gali janji tabur harapan
remas waktu arungi hari
pigmen kini terkuras, nyeri
bersaing, kalahkan harapan  kandas

Negeriku… rangkul kami
dekap dalam sejahteramu
tengok kami
renta,  tua,  uzur, 

akan akhiri pengabdian
Jalan masih membentang
saat usia takluk pada waktu
tenaga gerak mundayu
sandarkan beban lalu

silahkan, lewatlah kini penerusku
Rambut  putih gigi tak utuh
gerakan tak lagi lincah
tulang mulai rapuh 
karena…semua telah bertaruh 
untukmu…Negeriku.